Yohanes 3:16-18 Renungan


Injil Yohanes 3:16-18

Yoh 3:16Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Yoh 3:17Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
Yoh 3:18Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.

Bahan Renungan

Yesus sedang berbincang dengan seorang pemimpin agama bernama Nikodemus. Dalam percakapan tersebut, Yesus menyampaikan hal-hal penting tentang kerajaan Allah: Pertama – Roh Allah memberikan kehidupan baru dan jalan masuk ke dalam Kerajaan Allah, dan semua itu tidak dapat diperoleh dengan usaha kita sendiri (Lih. Yoh: 5-8). kedua – Allah mengutus Yesus ke dunia bukan untuk menghakimi dunia tetapi untuk menunjukkan kasihNya (Lih. Yoh: 16-18). Ketiga – Yesus adalah Terang dan siapa saja yang mengikut Dia akan berada dalam terang (Lih. Yoh: 19-21).

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Kristus Mengajar Nikodemus, lukisan karya Crijn Hendricksz Volmarijn (1616–1645) id.wikipedia.org

Dalam Yohanes 3:16 yang dikatakan: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Merupakan salah satu ayat yang paling sering dikutip dari Alkitab Kristen, dan disebut ayat paling terkenal dalam Alkitab. Juga disebut sebagai “Ikhtisar Injil” karena dianggap sebagai rangkuman dogma utama dari kepercayaan Kristen.

Yohanes ingin menampilkan sosok Yesus sebagai wujud nyata dari kasih Allah sendiri. Salah satu fakta penting tentang Allah yang adalah kasih ialah dengan mengutus Anak-Nya yang tunggal yaitu Tuhan Yesus Kristus ke dalam dunia ini. Kasih Allah itu tidak dapat diukur “begitu besar kasih Allah”. Artinya kasih Allah itu sempurna, melampaui ruang, waktu dan tempat. Bahkan melampaui kegagalan manusia menaati perintah-perintahNya.

Karena kasih Allah sajalah yang bisa menjadi nilai terbesar yang mendorong kita untuk mengasihi karena hanya Allah yang sanggup mengasihi dengan kasih yang sempurna melampaui dosa dan kejahatan kita. Allah membuktikan kasih-Nya dengan hadirnya Yesus ke dalam dunia ini. Tidak ada cara lain yang bisa dilakukan oleh manusia untuk mengalami kasih Allah. Satu-satunya ialah dengan percaya dan menerima serta mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.


Tulisan ini dipublikasikan di Renungan dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *