Yohanes 3:7-15 Renungan


Injil Yohanes 3:7-15

Yoh 3:7Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.
Yoh 3:8Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.”
Yoh 3:9Nikodemus menjawab, katanya: “Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?”
Yoh 3:10Jawab Yesus: “Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu?
Yoh 3:11Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kami berkata-kata tentang apa yang kami ketahui dan kami bersaksi tentang apa yang kami lihat, tetapi kamu tidak menerima kesaksian kami.
Yoh 3:12Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal sorgawi?
Yoh 3:13Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.
Yoh 3:14Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,
Yoh 3:15supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.

Bahan Renungan

Dialog Yesus dengan Nikodemus memberikan sebuah pemikiran baru. Yesus menyatakan: Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. (Yoh 3:7).

Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.
wikipedia Kristus Mengajar Nikodemus, lukisan karya Crijn Hendricksz Volmarijn (1616–1645)

Sebuah pernyataan yang sangat sulit ditangkap secara logika manusia. Lahir kembali; adalah tindakan Allah yang disediakan bagi orang percaya sehingga memungkinkan mereka hidup kekal (Yoh 1:12-13). “lahir kembali” juga berarti “menjadi anak-anak Allah” melalui iman kepada Yesus Kristus. Dan ini perlu proses perubahan hati, suatu transformasi rohani. Kata “dilahirkan kembali” secara rohani diartikan sebagai “lahir dari atas.”

Semua yang berdosa perlu dilahirkan kembali supaya dosa-dosa mereka diampuni dan bisa kembali dengan Allah dan memperoleh karunia keselamatan. Ketika orang “diselamatkan;” ia dilahirkan kembali, diperbaharui secara rohani, dan sekarang ia juga menjadi anak Allah karena sudah dilahirkan kembali. Dilahirkan kembali berarti kita dilahirkan oleh Roh, selayaknya kita hidup menurut Roh bukan kedagingan lagi. Dilahirkan kembali berarti kita hidup baru menurut Roh, mau meninggalkan manusia lama kita dan kita mau kenakakan manusia baru kita.

Kelahiran baru hanya bisa terjadi dalam iman akan Kristus Yesus, Ia yang telah turun dan surga dan kembali ke surga. Itulah kelahiran baru dalam Roh. Peristiwa kebangkitan menjadikan para murid dilahirkan kembali dalam Roh. Mereka yang tadinya hidup dalam manusia lama, kini menjadi manusia baru dalam Yesus Kristus yang bangkit dari mati. Manusia lama ditinggalkan, manusia baru dikenakan para murid. Persekutuan dengan Yesus Kristus itulah yang menjadikan hidup kita baru. Tanpa itu kita masih dalam manusia lama. Persekutuan itu menjadikan hidup kita nyaman kembali, hidup kita bisa berbuah, kita mempunyai jaminan keselamatan di dalamnya.


Tulisan ini dipublikasikan di Renungan dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *