Matius 11:28-30 Renungan


Injil Matius 11:28-30

Mat 11:28Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
Mat 11:29Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
Mat 11:30Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.”

Bahan Renungan

“Yesus Sang Pemberi Kelegaan Sejati”

Yesus bersimpati pada orang-orang yang kecil, yaitu orang-orang yang tidak dianggap oleh dunia (lih. Mat 11:25). Ia berkenan menyatakan Bapa kepada mereka (lih. Mat 11:27). Tidak seperti orang-orang Farisi yang hanya bisa menghakimi orang lain, Tuhan Yesus justru memperhatikan keletihan dan kesusahan mereka. Ia menawarkan kelegaan (lih. Mat 11:29). Mereka yang merasa gagal dan tanpa harapan direngkuh-Nya. Kuk yang Ia berikan disesuaikan dengan kekuatan mereka. Ia hanya memberikan kuk yang enak dan ringan (lih. Mat 11:30).

Yesus membuat begitu banyak mujizat di Khorazim, Betsaida, dan Kapernaum (11:20-24). Ia pun berani mengecam penduduk kota-kota tersebut. Yesus juga memegang otoritas atas segala sesuatu (11:27a “Semua telah diserahkan kepada-Ku”). Salah satu otoritas itu adalah dalam hal keselamatan. Tidak ada seorang pun dapat mengenal Bapa jika Anak Allah tidak berkenan menyatakan hal itu kepadanya (11:27b).

Aneka persoalan hidup yang mendera serta berbagai macam kesalahan dan dosa yang membayangi menjadikan jiwa lemah, letih dan lesu. Berbagai beban berat yang ditanggung serta aneka ragamnya menjadikan kepenatan yang luar biasa. Saat datang kepada Yesus dan menjadi hamba-Nya, maka Ia sendirilah yang akan membebaskan mereka dari semua beban itu. Ia akan menganugerahkan Roh Kudus-Nya bagi mereka sehingga di dalam hidup mereka ada damai dan sukacita.

Yesus menunjukkan satu sikap dalam ajakanNya ini yakni rendah hati. Ia berkata: “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku sebab Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan” (Mat 11:29). Hanya dalam Yesus seseorang mendapat kelegaan sejati dalam jiwanya. Seseorang hanya dapat memperoleh kelegaan apabila berjumpa dengan Yesus dan meletakkan semua beban dalam kuasaNya, maka memikul kukNya menjadi enak dan ringan, hanya dengan cara itulah memperoleh kelegaan.

Yesus menyembuhkan banyak orang dari penyakit, bahkan Matius menulis bahwa Dia menyembuhkan setiap penyakit di antara orang-orang (lih. Mat. 4:23; 9:35). Orang banyak mengikuti-Nya dan Dia menyembuhkan mereka semua (lih. Mat. 12:15). Sungguh penyembuhan ini termasuk mereka yang memiliki penyakit emosi, mental, ataupun rohani. Dia menyembuhkan semuanya.


Tulisan ini dipublikasikan di Renungan dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *