TATA IBADAT RABU ABU


Nyanyian Pembuka                                                                                  (PS  481)

TANDA  SALIB

P     Dalam  Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus

U    Amin

SALAM

P     Semoga Tuhan beserta kita.(tangan terkatup)

U    Sekarang dan selama-lamanya.

PENGANTAR

(Bisa dibuat sendiri – sekedar contoh: Rabu Abu menandai awal masa Prapaskah, masa mempersiapkan diri menyambut Hari Raya Paskah (kebangkitan Tuhan) dengan pertobatan. Penerimaan abu menjadi lambang pertobatan kita dengan menyadari kerapuhan dan kedosaan kita di hadapan Tuhan Yang Mahakasih)

Doa Pembuka :                                              (berdiri)

I      Marilah berdoa, (hening sejenak). Allah Bapa Pencipta dan Penyelamat kami,  bantulah kami umat Kristiani unutk memulai puasa suci ini. Semoga dengan pengendalian diri, kami memperoleh kekuatan untuk mengalakan kelesuhan rohani. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.

U    Amin

L. Bacaan dari Nubuat Yoel (2:12-18)

Koyakkanlah hatimu, dan janganlah pakaianmu            

L     “Sekarang,” beginilah firman Tuhan, “berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan mengaduh. Koyakkanlah hatimu, dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada Tuhan, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya. Siapa tahu, mungkin Ia mau berbalik dan menyesal, lalu meninggalkan berkat menjadi kurban sajian dan kurban curahan bagi Tuhan, Allahmu. Tiuplah sangkakala di Sion, adakanlah puasa yang kudus, maklumkanlah perkumpulan raya; kumpulkanlah bangsa ini, kuduskanlah jemaah, himpunkanlah orang-orang yang lanjut usia, kumpulkanlah anak-anak, bahkan anak-anak yang menyusu; baiklah pengantin laki-laki keluar dari kamarnya, dan pengantin perempuan dari kamar tidurnya. Baiklah para imam, pelayan-pelayan Tuhan, menangis diantara balai depan mezbah, dan berkata, “Sayangilah, ya Tuhan, umat-Mu, dan janganlah biarkan milik-Mu sendiri menjadi cela, sehingga bangsa-bangsa menyindir kepada mereka. Mengapa orang berkata di antara bangsa-bangsa: Di mana Allah mereka?” Maka Tuhan menjadi cemburu karena tanah-Nya, dan menaruh belas kasihan kepada umat-Nya.                          

L     Demikianlah sabda Tuhan        

U    Syukur kepada Allah

MAZMUR TANGGAPAN

Reff:    Kasihanilah,  ya  Tuhan,  Kaulah pengampun yabg rahim dan belas kasih-Mu tak terhingga   

Ayat

  1. Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, menurut besarnya rahmat-Mu hapuskanlah pelanggaranku. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku.
  2. Sebab aku sadar akan pelanggaranku, dosaku selalu terbayang di hadapanku. Terhadap Engkau sendirilah aku berdosa yang jahat dalam pandangan-Mu kulakukan.

BAIT PENGANTAR INJIL          

Terpujilah Kristus Tuhan,  Raja muliadan kekal

Ayat : Hari ini kalau kamu mendengar suara-Nya janganlah bertegar hati    

 I      Semoga Tuhan beserta kita.(tangan terkatup)

U    Sekarang dan selama-lamanya.

I      Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius. (tangan terkatup)

U    Dimuliakanlah Tuhan.

BACAAN INJIL – Matius 6:1-6.16-18      

Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan mengganjar engkau            

I      Dalam kotbah di bukit Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Hati-hatilah, jangan sampai melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat. Karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di surga. Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya dipuji orang. Aku berkata kepadamu: “Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri di rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu, ‘Mereka sudah mendapat upahnya.’ Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu, dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: “Mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” .                                

P     Demikianlah Injil Tuhan                 

U    Terpujilah Kristus

Homili/RENUNGAN                                                          

PENERIMAAN ABU                        

P     Bertobatlah dan percayalah pada Injil

U    Amin

(Pemimpin ibadat menaburkan abu di kepala umat atau memberikan abu di telapak tangan umat dan umat mengoleskan sendiri abu tsb di dahinya)

DOA UMAT                                             

I      Saudara-saudari, doa, tobat, dan tolong-menolong seharusnya dilakukan secara bersamaan. Pada awal masa penuh rahmat ini, marilah kita mempersembahkan kepada Bapa di Surga, keinginan kita untuk memperbaharui diri, gereja, serta masyarakat.

L     Bagi semua orang Kristiani     

       Ya Bapa, semoga dalam masa tobat ini, semua orang Kristiani mencari perdamaian dan persatuan. Semoga seluruh umat Kristiani semakin sanggup saling melayani dengan rendah hati Marilah berdoa kepada Tuhan,…

U    Kasihanilah umat-Mu, ya Tuhan

L     Bagi para penguasa di dunia ini

       Ya Bapa, semoga para penguasa berusaha dengan tak kenal lelah untuk menegakkan perdamaian diantara bansa-bangsa. Semoga mereka membangun kehidupan sosial atas dasar keadilan, dan meningkatkan martabat manusia dimana-mana. Marilah berdoa kepada Tuhan,…

U    Kasihanilah umat-Mu, ya Tuhan

L     Bagi mereka yang terperangkap dalam dosa dan keputuasaan  

       Ya Bapa, semoga mereka yang berdosa dan putus asa berdamai lagi dengan Allah, dengan diri sendiri, dan dengan sesama manusia. Marilah berdoa kepada Tuhan,…

U    Kasihanilah umat-Mu, ya Tuhan

L     Bagi mereka yang kurang peka terhadap kepentingan orang lain 

       Ya Bapa, semoga mereka yang kurang memperhatikan kepentingan orang lain, menemukan kembali sesama mereka; bagi mereka yang sakit jiwa atau badannya, dan mereka yang mereka yang dikhianati oleh sahabat; semoga mereka semua tetap percaya kepada Allah dan sesama. Marilah kita mohon,…

U    Tuhan, dengarkanlah umat-Mu

L     Bagi kita sendiri  

       Ya Bapa, semoga mata dan hati kami selalu terbuka terhadap suara kaum kecil, miskin, serta mereka yang diperas. Semoga kami dapat memulihkan harga diri dan hak-hak mereka. Marilah berdoa kepada Tuhan,…

U    Kasihanilah umat-Mu, ya Tuhan

       (hening sejenak – berdoa untuk ujub pribadi)

I      Tuhan Allah kami, dalam Masa Prapaskah empat puluh hari, Engkau selalu memberi kesempatan baru kepada kami untuk lebih maju dalam cinta kepada-Mu dan kepada sesama kami. Tolonglah kami untuk hidup dalam Roh Yesus Kristus, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. 

U    Amin

Bapa Kami

Doa Penutup                                              (berdiri)

Marilah berdoa, (hening sejenak)

    Allah Bapa Yang Mahakuasa, kami mohon semoga puasa yang kami jalankan berkenan pada-Mu dan berguna bagi keselamatan kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa, sepanjang segala masa. 

U Amin

Berkat Pengutusan

P     Semoga Tuhan beserta kita.                      (tangan terkatup)

U     Sekarang dan selama-lamanya.

P     Semoga kita diberkati Allah Yang Mahakuasa: (+) Bapa dan Putera dan Roh Kudus.                                (pemimpin membuat tanda salib untuk dirinya sendiri)

U     Amin.

P     Ibadat Rabu Abu sudah selesai.

U     Syukur kepada Allah.

P     Marilah kita menghayati pertobatan dalam hidup kita.

U     Amin.

Lagu Penutup                                                                                     ( PS 603 )


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *