Markus 3:7-12 Renungan


Injil Markus 3:7-12

Mrk 3:7Kemudian Yesus dengan murid-murid-Nya menyingkir ke danau, dan banyak orang dari Galilea mengikuti-Nya. Juga dari Yudea,
Mrk 3:8dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus dan Sidon datang banyak orang kepada-Nya, sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya.
Mrk 3:9Ia menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya karena orang banyak itu, supaya mereka jangan sampai menghimpit-Nya.
Mrk 3:10Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menjamah-Nya.
Mrk 3:11Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: “Engkaulah Anak Allah.”
Mrk 3:12Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia.

Bahan Renungan

Dengan kedatangan Tuhan Yesus ke dunia, misi penyelamatan sudah dimulai. Allah menjadi begitu mudah untuk dicari, mudah untuk disembah, dan diagungkan. Maka nyata bahwa pada saat itu dan sampai sekarang kebaikan Allah begitu limpahnya diterima oleh orang-orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.

Yesus mengajar diatas perahu (gambar assets.ldscdn.org)

Yesus melarang keras roh-roh jahat untuk memberitahukan kepada orang banyak siapa Dia. hal tersebut dapat dipahami bahwa pemahaman politis Israel pada waktu itu. Mereka menganggap bahwa Yesus yang akan membebaskan mereka dari penjajahan bangsa Romawi. Sedangkan yang sebenarnya ialah, bahwa Tuhan Yesus adalah Mesias secara rohani. Penyelamat manusia dari kebinasaan kekal di neraka. Sungguh ini merupakan masalah yang sangat serius apabila disalah mengerti oleh orang-orang Yahudi pada waktu itu.

Sebagai umat Kristiani, kita masing-masing harus memiliki cintakasih sejati terhadap orang-orang tertindas dan menderita. Namun cintakasih kita tidak boleh berhenti di sana. Kita juga harus membawa pesan Kerajaan Allah kepada mereka

Bagi Yesus, mukjizat yang dilakukan-Nya hanyalah sarana untuk mencapai hal-hal yang lebih tinggi. Sebuah cara untuk memberikan bukti tentang belas kasih Allah. Oleh karena itu Yesus menyuruh para murid-Nya untuk menyediakan sebuah perahu di pinggir pantai. Dengan demikian, Yesus dapat menghindarkan diri dari himpitan orang banyak dan dapat mengajar orang banyak itu dari dalam perahu itu.


Tulisan ini dipublikasikan di Renungan dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *