Apa perbedaan Perayaan Ekaristi dengan Ibadat Sabda?


Hari Minggu adalah hari Tuhan, kita semua diundang untuk merayakan Ekaristi. Namun karena keterbatasan imam yang melayani, tidak semua orang bisa merayakan Ekaristi. Gereja menyediakan ibadat sabda tanpa imam dalam melaksanakan peribadatan hari Minggu. Kali ini kita akan merenungkan perbedaan antara Ekaristi dengan Ibadat Sabda Tanpa Imam.

Kejadian 9: 8 – 15

Kej 9:8 Berfirmanlah Allah kepada Nuh dan kepada anak-anaknya yang bersama-sama dengan dia:
Kej 9:9 “Sesungguhnya Aku mengadakan perjanjian-Ku dengan kamu dan dengan keturunanmu,
Kej 9:10 dan dengan segala makhluk hidup yang bersama-sama dengan kamu: burung-burung, ternak dan binatang-binatang liar di bumi yang bersama-sama dengan kamu, segala yang keluar dari bahtera itu, segala binatang di bumi.
Kej 9:11 Maka Kuadakan perjanjian-Ku dengan kamu, bahwa sejak ini tidak ada yang hidup yang akan dilenyapkan oleh air bah lagi, dan tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi.”
Kej 9:12 Dan Allah berfirman: “Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, yang bersama-sama dengan kamu, turun-temurun, untuk selama-lamanya:
Kej 9:13 Busur-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi.
Kej 9:14 Apabila kemudian Kudatangkan awan di atas bumi dan busur itu tampak di awan,
Kej 9:15 maka Aku akan mengingat perjanjian-Ku yang telah ada antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, segala yang bernyawa, sehingga segenap air tidak lagi menjadi air bah untuk memusnahkan segala yang hidup.

Perjanjian Allah dengan Nuh sesudah ia dibebaskan dari air bah.

1 Petrus 3: 18 – 22

1ptr 3:18 Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh,
1ptr 3:19 dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara,
1ptr 3:20 yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
1ptr 3:21 Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan?maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah?oleh kebangkitan Yesus Kristus,
1ptr 3:22 yang duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia naik ke sorga sesudah segala malaikat, kuasa dan kekuatan ditaklukkan kepada-Nya.

Air itu melambangkan pembaptisan yang kini menyelamatkan kami..

Markus 1: 12 – 15

Mrk 1:12 Segera sesudah itu Roh memimpin Dia ke padang gurun.
Mrk 1:13 Di padang gurun itu Ia tinggal empat puluh hari lamanya, dicobai oleh Iblis. Ia berada di sana di antara binatang-binatang liar dan malaikat-malaikat melayani Dia.
Mrk 1:14 Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah,
Mrk 1:15 kata-Nya: “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”

Yesus dicobai oleh iblis, dan malaikat-malaikat melayani Dia.

  •  ‘Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur (Yoh 20:1). Santo Yohanes dalam Injilnya menggambarkan peristiwa kebangkitan Yesus pada ‘hari pertama’ dalam minggu itu. Peristiwa kebangkitan ini diangkat oleh Gereja bahwa sejak awal waktu Allah memberkati kita dengan kebangkitan Kristus. Inilah yang menjadi alasan bahwa hari Minggu adalah hari Tuhan. Sebagai orang beriman kita semua diundang untuk pertama-tama beribadat kepada Tuhan.
  • Gereja mengundang kita semua untuk mengenangkan sengsara, wafat dan kebangkitan Kristus, saat keselamatan, pada hari Minggu. Maka sesungguhnya beribadat pada hari Minggu adalah kewajiban kita semua. Sangat dianjurkan kalau pada hari Minggu itu merayakan Ekaristi, namun sayang bahwa tidak semua umat bisa merayakan Ekaristi pada hari Minggu karena keterbatasan imam yang melayani, maka mereka mengadakan Ibadat Sabda tanpa imam.
  • Beberapa perbedaan antara Ekaristi dengan Ibadat Sabda:
    • Tata Perayaan Ekaristi terdiri dari dua bagian besar yakni ‘Liturgi Sabda’ dan ‘Liturgi Ekaristi’ keduanya merupakan satu kesatuan yang berpusat pada Liturgi Ekaristi; sementara Ibadat Sabda terdiri satu bagian yang berpusat pada mendengarkan Sabda Tuhan. Dalam Ibadat Sabda, Injil menjadi pusat perayaan. Melalui Injil kita mendengarkan kabar gembira yang diwartakan oleh Yesus sendiri.
    • Perayaan Ekaristi harus dipimpin oleh imam, ‘melalui tahbisan seorang imam disucikan menjadi serupa dengan Kristus sebagai Imam Agung’. Hanya seorang imam yang bisa mengubah roti anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus – dalam Ekaristi. Sementara ibadat sabda dipimpin oleh seorang awam yang beriman.
    • Dalam Ekaristi,  kita  yang sudah komuni, menerima tubuh dan darah Kristus; sementara dalam ibadat sabda kita menerima komuni batin.
  • Ibadat yang paling luhur adalah Ekaristi, maka pada hari Minggu sangat diharapkan kita merayakan ekaristi. Namun karena keterbatasan imam yang bisa melayani, kita bisa mengadakan Ibadat Sabda pada hari Minggu tanpa imam.
  • Sabda Allah hari ini mengungkapkan bagaimana Yesus dicobai oleh iblis. Yesus memulai karya pewartaan-Nya, menyampaikan kepada kita semua bahwa Kerajaan Allah telah datang. Tugas ini sangat berat dan musuh terberatnya adalah iblis yang akan selalu menghalanginya.
  • Marilah kita selalu menyediakan waktu untuk mengutamakan hari Tuhan, hari Minggu, untuk beribadat walaupun tidak ada imam yang melayani. Mendengarkan Sabda Allah berarti mendengarkan Allah sendiri yang bersabda kepada kita. Dari sanalah kita timba sumber hidup iman kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *