Lukas 9:19-22 Renungan


Injil Lukas 9:19-22

Luk 9:19Jawab mereka: “Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit.”
Luk 9:20Yesus bertanya kepada mereka: “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Jawab Petrus: “Mesias dari Allah.”
Luk 9:21Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapapun.
Luk 9:22Dan Yesus berkata: “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.”

Bahan Renungan

Mesias Pribadi yang Ditolak

Dua pertanyaan dari Yesus mengajak para murid untuk merenung dan mengenal Dia lebih dalam lagi. Dengan bertanya: “Kata orang banyak, siapakah Aku ini?” dan pertanyaan mengenai apa yang akan disampaikan para murid tentang diri-Nya: “Menurut kamu, siapakah Aku ini?”. Jawaban mereka standar dan dari anggapan umum: Yohanes, Elia, seorang nabi. Dan ketika Ia bertanya mengenai kesimpulan mereka sendiri, Petrus berbicara atas nama yang lain: Mesias dari Allah. Penegasan Petrus bahwa Yesus itu Mesias tumbuh dari pendalaman iman di kalangan umat Gereja Perdana yang ingin makin menyadari siapakah Yesus itu.

Pertanyaan Yesus menjadi lebih sulit ketika Ia bertanya, “Menurut kamu siapakah Aku?” Tentu mereka diam sejenak lalu Petrus menjawab, “Mesias dari Allah”. Maksud pertanyaan Yesus ini adalah, Dia mencari tahu kepada para muridNya, kira-kira menurut mereka sendiri siapakah diriNya yang patut mereka sampaikan kepada orang-orang yang mereka jumpai. Petrus dengan keyakinannya menyampaikan Yesus bahwa mereka tidak keliru dalam menggambarkan Guru sebagai Mesias, Dia yang diutus Allah. Yesus sendiri tidak mengingkari diriNya tetapi melarang mereka untuk tidak menceritakannya kepada siapapun. Mengapa? Yesus tahu hati mereka. Bayangan mereka akan Mesias adalah leader yang memimpin revolusi rakyat untuk mengusir kaum Romawi dari Palestina.

Yesus tidak menyanggah atas gambaran Petrus yang mengganggap Yesus sebagai Mesias dan Yesus sendiri tidak mengingkari diri-Nya. Keyakinan bahwa Yesus yang dijanjikan Allah dan ditunggu-tunggu kedatangannya oleh banyak orang akan terbentur pada kenyataan Yesus ditolak oleh para pemimpin Yahudi, didera dan wafat di kayu salib. “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.” Itulah Mesias yang benar, bukan Mesias sebagai pemimpin politik dan mengembalikan kejayaan bangsa-Nya.

Yesus mewahyukan bahwa sebagai Mesias, Anak Allah, Ia akan menderita, ditolak oleh tua-tua, wafat dan bangkit. Yesus yang seperti inilah yang harus diimani oleh para muridNya. Jadi sebagai Mesias, bukanlah dalam arti pribadi dengan kejayaan tertentu seperti raja. Mesias adalah pribadi yang menderita, ditolak, dibunuh dan bangkit dengan mulia. Inilah Mesias yang benar.


Tulisan ini dipublikasikan di Renungan dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *