Yohanes 6:30-35 Renungan


Injil Yohanes 6:30-35

Yoh 6:30Maka kata mereka kepada-Nya: “Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan?
Yoh 6:31Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari sorga.”
Yoh 6:32Maka kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga.
Yoh 6:33Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia.”
Yoh 6:34Maka kata mereka kepada-Nya: “Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa.”
Yoh 6:35Kata Yesus kepada mereka: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.

Bahan Renungan

Yesus berbicara kepada orang banyak di Kapernaum. Dalam kesempatan itu banyak orang bertanya kepada Yesus tentang tanda apa supaya mereka percaya kepadaNya. Mereka berbicara tentang nenek moyang mereka yang telah makan manna yakni roti dari surga, Yesus menegaskan dirinya adalah roti dari surga.

yesus hal berpuasa
Kata Yesus kepada mereka: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.
Ilustrasi: goodnewsshared.wordpress.com

Kemudian Yesus mengatakan: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberi kamu roti dari surga, melainkan Bapa-Ku lah yang memberi kamu roti yang benar dari surga, karena roti dari Allah ialah roti yang memberi hidup kepada dunia. (Yoh 6: 32)

Ketika mereka minta roti itu, Yesus pun berkata:” Akulah roti hidup. Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi”. (Yoh 6: 35)

Yesus adalah tanda kasih dari Allah Bapa bagi kita semua, yang lapar dan haus akan cinta kasih. Roti hidup menyatakan Pribadi Yesus ini juga menjadi istilah untuk menyebut Ekaristi. Sebab di dalam Ekaristi, Kristus dihadirkan, dipersembahkan dan disantap dan melaluinya kita hidup dan berkembang.

Roti Ekaristi menjadi makanan rohani yang kekal, memberi janji keselamatan yang abadi. Santapan Suci senantiasa memelihara hidup kita, baik fisik maupun rohani. Memang tubuh fisik kita akan berakhir, namun janji kebangkitan badan dan kehidupan kekal menjadi jaminan Kristus sendiri. Roti yang turun dari sorga, dari Allah tidak lain adalah Yesus Kristus.


Tulisan ini dipublikasikan di Renungan dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *