Yohanes 12:12-16 Renungan


Injil Yohanes 12:12-16

Yoh 12:12 Keesokan harinya ketika orang banyak yang datang merayakan pesta mendengar, bahwa Yesus sedang di tengah jalan menuju Yerusalem,
Yoh 12:13 mereka mengambil daun-daun palem, dan pergi menyongsong Dia sambil berseru-seru: “Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, Raja Israel!”
Yoh 12:14 Yesus menemukan seekor keledai muda lalu Ia naik ke atasnya, seperti ada tertulis:
Yoh 12:15 “Jangan takut, hai puteri Sion, lihatlah, Rajamu datang, duduk di atas seekor anak keledai.”
Yoh 12:16 Mula-mula murid-murid Yesus tidak mengerti akan hal itu, tetapi sesudah Yesus dimuliakan, teringatlah mereka, bahwa nas itu mengenai Dia, dan bahwa mereka telah melakukannya juga untuk Dia.

Bahan Renungan

“Yesus dielu-elukan di Yerusalem”

Perikop ini diawali dengan kalimat “Keesokan harinya …”, mengacu pada waktu enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania yang dalam tradisi Yahudi dikenal dengan Pesakh atau Paskah. Paskah pada waktu itu mereka memperingatinya sebagai Hari Pembebasan Israel dari Perbudakan di bawah pimpinan Musa dan Harun dilepaskan Allah dari Firaun di Mesir. Bangsa Israel merayakan peristiwa itu dengan sangat meriah karena telah menjadi tradisi mereka beribu-ribu tahun. Dalam Kitab Keluaran 12:14-17

Yesus memasuki Yerusalem dengan mengendarai keledai Sumber: id.wikipedia.org 

“Hari ini akan menjadi hari peringatan bagimu. Kamu harus merayakannya sebagai hari raya bagi TUHAN turun-temurun. Kamu harus merayakannya sebagai ketetapan untuk selamanya. Kamu makanlah roti yang tidak beragi tujuh hari lamanya; pada hari pertama pun kamu buanglah segala ragi dari rumahmu, sebab setiap orang yang makan sesuatu yang beragi, dari hari pertama sampai hari ketujuh, orang itu harus dilenyapkan dari antara Israel. Kamu adakanlah pertemuan yang kudus, baik pada hari yang pertama maupun pada hari yang ketujuh; pada hari-hari itu tidak boleh dilakukan pekerjaan apa pun; hanya apa yang perlu dimakan setiap orang, itu sajalah yang boleh kamu sediakan. Jadi kamu harus tetap merayakan hari raya makan roti yang tidak beragi, sebab tepat pada hari ini juga Aku membawa pasukan-pasukanmu keluar dari tanah Mesir. Maka haruslah kamu rayakan hari ini turun-temurun; itulah suatu ketetapan untuk selamanya.”

Penduduk Israel tengah dalam suasana pesta, namun kemeriahan tersebut masih terganggu kenyataan bahwa bangsa Yahudi pada waktu itu berada pada masa penjajahan kekaisaran Romawi. Dalam keseharian mereka, Roma mengenakan pajak dan cukai yang berat, peraturan yang ketat dan penyaliban sebagai hukuman mati. Bangsa Israel sangat mendambakan kebebasan yang dalam tradisi Agama Yahudi mereka kenal dengan akan datangnya Mesias, sebagai pembebas mereka dari penjajahan Roma.

Harapan orang-orang Yahudi sepertinya akan terpenuhi, karena Yesus ini yang mereka kenal, memiliki kuasa yang luar biasa bahkan Lazarus yang telah mati 4 hari pun Ia bangkitkan! (Yoh 12:9). Orang-orang Yahudi meyakini IA Mesias yang telah dinanti-nantikan itu. Seruan Hosana! (berasal dari Maz 118:25 Ya TUHAN, berilah kiranya keselamatan! Ya TUHAN, berilah kiranya kemujuran! Diberkatilah dia yang datang dalam nama TUHAN! Kami memberkati kamu dari dalam rumah TUHAN.)

Hosana merupakan sebuah bentuk penekanan dari kata perintah “berikanlah keselamatan sekarang” yang kemudian menjadi sebuah sambutan bahkan pujian. Mat 21:8-9 menggambarkannya dengan lebih megah. Orang banyak yang sangat besar jumlahnya menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang memotong ranting-ranting dari pohon-pohon dan menyebarkannya di jalan. Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya: “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!”.

Perjalanan Tuhan Yesus ke Yerusalem merupakan bagian dari misi penyelamatan Allah. Dalam suasana menyambut pesta Paskah, Tuhan Yesus memasuki kota Yerusalem yang dipenuhi kedatangan orang Yahudi dari berbagai tempat untuk beribadah. Informasi kedatangan Tuhan Yesus ke Yerusalem, mendapat respon positif.

Orang banyak menyambut dan mengelu-elukan sebagai raja terutama karena mukjizat kebangkitan Lazarus. pengakuan dan kesaksian mereka itu menempatkan Yesus sebagai Raja Israel. Meriahnya arak-arakan masuk ke Yerusalem dan daun-daun palem menyerupai perayaan kemerdekaan orang Yahudi di Kitab 1 Makabe 13:51 yang menuliskan: “Dan masuk ke dalamnya… dengan ucapan syukur, dan ranting-ranting dari pohon palem, dan dengan kecapi dan ceracap, dan dengan biola dan pujian dan nyanyian.”

Keledai dalam tradisi timur merupakan lambang binatang yang damai, tidak seperti kuda, yang melambangkan binatang peperangan. seorang raja akan datang menunggangi kuda jika hendak berperang dan naik keledai jika hendak menunjukkan bahwa ia datang dengan damai. Yesus datang menunggangi keledai melambangkan kedatangan-Nya sebagai Raja Damai, bukan untuk berperang. Injil Yohanes menegaskan sosok Yesus sebagai Raja Damai, yang telah menerima otoritas dan konfirmasi dari Sang Bapa sendiri, sebagai sumber hidup dan hakim atas semua

Tuhan Yesus sendiri melakukan perjalanan menuju akhir dari tugas pelayanan-Nya di bumi dengan membawa perdamian. Waktu yang tepat di saat umat menyambut Paskah, peristiwa di mana umat srael dilepaskan dan diselamatkan Allah dari perbudakan Mesir yang membuat mereka menderita dan putus asa. Sekarang, Tuhan Yesus melanjutkan karya keselamatan Allah untuk membebaskan dan menyelamatkan manusia dari belenggu dosa dan kuasa kematian melalui penyaliban di bukit Golgota.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *