Macam-macam Doa dalam Ekaristi


Mungkin tidak terhitung lagi, sudah berapa kali kita mengikuti perayaan Ekaristi. Ekaristi selalu dipimpin oleh seorang Imam, kalau kita cermati ada saat-saat dimana Imam berdoa sendiri, ada juga saat umat berdoa bersama. Tenyata dalam Ekaristi, terkandung bermacam-macam doa. Mari kita mengenali macam-macam doa dalam Ekaristi tersebut.

Lukas 6: 36 – 38

Luk 6:36 Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.”
Luk 6:37 “Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.
Luk 6:38 Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”

Kita sudah sangat sering mengikuti perayaan Ekaristi, mungkin kita selama ini belum menyadari bahwa dalam Ekaristi, ternyata ada bermacam-macam doa. Doa apa saja?

  • Doa presidential : merupakan doa pemimpin, doa presidential dalam Ekaristi dimaksudkan sebagai doa yang hanya dibawakan oleh pemimpin Ekaristi dan tidak boleh didoakan oleh umat.
  • Doa Persiapan Persembahan : doa persiapan persembahan ini menuju hidup baru “mempersiapkan”. Menuju persembahan yang sejati, pada doa syukur agung. Doa ini termasuk doa presidential, yang hanya didoakan Imam, dengan suara lantang dan jelas. Isi doa ini adalah permohonan kepada Allah agar persembahan yang dibawa umat beriman itu di kuduskan, dan dipersatukan dengan kurban persembahan diri Kristus.
  • Doa Pembuka : di buka oleh imam dengan seruan “marilah (kita) berdoa”. Dilanjutkan waktu hening sejenak, untuk menyadari kehadiran Tuhan. Saat hening ini dipakai untuk menyampainkan ujud doa masing-masing dalam hati pada misa kudus tersebut. Dan imam mempersatukan ujud-ujud pribadi tersebut dalam Doa Pembuka.
  • Doa Syukur Agung (DSA): adalah doa presidential utama, DSA adalah pusat dan puncak seluruh perayaan Ekaristi. Doa ini disebut doa syukur dan pengudusan, di saat misteri penebusan Tuhan di hadirkan di altar dan saat terjadi perubahan roti dan anggur, menjadi Tubuh dan Darah Kristus.
  • Doa Salam Damai : Doa ini sebenarnya hanya diucapkan oleh imam saja, dan umat menjawab dengan kata-kata “amin”. Kebiasaan umat yang ikut mengucapkan doa damai, tidak sesuai dengan makna liturgis doa ini. Doa ini lebih menyatakan persekutuan dan cinta kasih umat satu sama lain sebelum dipersatukan dengan Tubuh Kristus.
  • Doa Sesudah Komuni : Merupakan doa yang menutup atau mengakhiri liturgi Ekaristi, isinya mengungkapkan syukur atas karunia Ekaristi yang telah diterima, lalu permohonan agar berkat Ekaristi itu membuat kita bertekun dalam perutusan kita dan akhirnya memohon agar nanti diperkenankan mengikuti perjaman penuh di surga. Nampak dimensi estologisnya yakni: kebahagiaan abadi supaya buah kasih Ekaristi menjadi daya atau pedoman hidup keseharian dan menjadi jaminan keselamatan abadi (menghasilkan buah).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *