Lukas 2:41-51a Renungan


Injil Lukas 2:41-51a

Luk 2:41Tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah.
Luk 2:42Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu.
Luk 2:43Sehabis hari-hari perayaan itu, ketika mereka berjalan pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya.
Luk 2:44Karena mereka menyangka bahwa Ia ada di antara orang-orang seperjalanan mereka, berjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya, lalu mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan mereka.
Luk 2:45Karena mereka tidak menemukan Dia, kembalilah mereka ke Yerusalem sambil terus mencari Dia.
Luk 2:46Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka.
Luk 2:47Dan semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya.
Luk 2:48Dan ketika orang tua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: “Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau.”
Luk 2:49Jawab-Nya kepada mereka: “Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?”
Luk 2:50Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka.
Luk 2:51Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya.

Bahan Renungan

Santo Yusuf diperingati oleh Gereja Katolik 2 kali dalam 1 tahun. Pertama, setiap tanggal 19 Maret, kita rayakan sebagai suami Bunda Maria; Kedua, Santo Yusuf kita rayakan setiap tanggal 1 Mei sebagai pelindung para pekerja. Injil tidak banyak berkisah tentang Santo Yusuf, namun ketaatannya dalam menjaga kanak-kanak adalah hal patut kita teladani.

Santo Yusuf dengan Bayi Yesus karya Guido Reni, s 1635
Santo Yusuf dengan Bayi Yesus karya Guido Reni, s 1635 id.wikipedia.org

Penginjil Matius menginformasikan dalam silsilah Yesus bahwa dari keturunan Daud lahirlah Matan yang kemudian memperanakan Yakub. Dari Yakub, lahir Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus (Mat 1:15-16). Yusuf mengambil Maria sebagai istrinya sebagaimana dikatakan Tuhan kepadanya dalam mimpi tetapi mereka tidak memiliki relasi manusiawi sebagai suami dan istri. Yusuf akan menjadi bapak pengasuh bagi Yesus. Santo Yusuf adalah seorang yang pilihan Allah yang telah teruji ketaatannya.

Bunda Maria dan St. Yusup yang kehilangan Yesus ada perasaan bersalah, cemas dan khawatir, namun mereka terus mencari anaknya yang hilang. Akhirnya kegembiraan dialami setelah Yesus ditemukan kembali. Kita bisa membayangkan bagaimana perasaan Yusuf dan Maria ketika menemukan Yesus mungkin perasaan lega dan marah bercampuraduk menjadi satu.

Tanggapan Yesus yang kemudian tidak dipahami oleh Yusuf dan maria adalah ketika mendengar apa yang dikatakan Yesus: “Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada dalam rumah Bapa-Ku?”. Ini adalah pernyataan Yesus yang menyatakan relasi diriNya sebagai Anak Allah yang menggenapi kehendak Bapa. Dapat kita rasakan bahwa kalimat Yesus tersebut merupakan persiapan karya keselamatan yang akan Ia laksanakan delapan belas tahun kemudian.

Kita bisa meneladan Santo Yusuf yang memiliki hati yang tulus dan mengikuti kehendak Allah. Segala keraguannya terhadap Maria hilang karena ia percaya bahwa Tuhan Allah memiliki rencana yang indah baginya. Tuhan sendiri selalu hadir dan mendampingi Yusuf melalui malaikatNya.

Sangat pantas ketika kita menyebut Santo Yusuf sebagai orang kudus. Yusuf adalah pria yang tulus hati. Ia memiliki hati yang jujur dan terarah kepada Tuan serta siap untuk melakukan semua rencana Tuhan. Hati yang tulus ini dibangun di atas dasar kasih kepada Allah dan sesama dengan hati yang tak terbagi. Hati yang tulus ini inspiratif bagi semua keluarga kristiani untuk melakukannya di dalam hidup.


Tulisan ini dipublikasikan di Renungan dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *