Yohanes 6:37-40 Renungan


Injil Yohanes 6:37-40

Yoh 6:37Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.
Yoh 6:38Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.
Yoh 6:39Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.
Yoh 6:40Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.”

Bahan Renungan

Kehendak Bapa dan Tanggung Jawab Manusia

Yesus berjanji akan menerima semua orang yang datang kepada-Nya dalam pertobatan dan iman. Mereka yang datang kepada Yesus datang sebagai jawaban terhadap kasih karunia yang diberikan mereka oleh Allah. Kedatangan Yesus ke dunia bukan karena kehendakNya tapi oleh karena kasih BapaNya, karena kasih Allah yg besar bagi kita manusia yg berdosa ini. dan apa yg dijanjikan Kristus bagi kita ? bahwa siapa saja yg “datang” padaNya dan “percaya” padaNya akan memperoleh keselamatan kekal.

Yesus adalah jalan kebenaran, jadi marilah kita menjadikan kebenaran selalu dalam kehidupan kita sehari-hari. Agar kebenaran bisa menjadi pola hidup kita, kita harus mendasarkan kasih dalam setiap tindakan keseharian kita. Dan kasih inilah yang mendasari tindakan para Kudus dalam melakukan misinya menyampaikan kebenaran Kristus, karena kasih mereka bersedia hidup jauh dari kemewahan, menjadi pelayan umat dan memberikan hidupnya bagi jalan Tuhan, seperti juga Kristus yg mau memanggul salib karena dosa kita dan menjadi tumbal kutukan untuk memutuskan kutuk bagi manusia yg berdosa.

Penting kiranya untuk memahami kehendak Bapa dan tanggung jawab manusia. Bukan kehendak Allah bahwa seorang beriman jatuh dari kasih karunia (bdk. Gal 5:4) dan dengan demikian terpisah dari Allah; juga bukan kehendak-Nya jikalau ada orang binasa (lih. 2Pet 3:9) atau gagal datang kepada kebenaran dan diselamatkan (lih. 1Tim 2:4). Keinginan Allah bahwa orang beriman akan dibangkitkan pada akhir zaman tidak membebaskan mereka dari tanggung jawab untuk menaati dan mendengarkan suara-Nya serta mengikuti-Nya (lih. Yoh 10:27; 14:21).

Gereja yang masih berziarah di dunia ini, menyatukan doa-doa bagi semua orang yang sedang menantikan keselamatannya di tempat penyucian. Mereka semua membutuhkan doa-doa kita supaya Tuhan Allah boleh memperkenankan mereka ikut bergabung dengan semua orang kudus di surga. Gereja adalah “persekutuan para kudus. Persatuan mereka yang sedang dalam perjalanan dengan para saudara yang sudah beristirahat dalam damai Kristus, sama sekali tidak terputus. Bahkan menurut iman Gereja yang abadi diteguhkan karena saling berbagi harta rohani” (LG 49).

Allah menghendaki kehidupan. Kematian berarti kehancuran dari kehidupan, dan Allah bukanlah penghancur kehidupan. Ia datang membawa kehidupan. Kita sebagai orang beriman juga dikehendaki hidup oleh Allah, bukan dikehendaki mati. “Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.”


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *