Yohanes 3:13-17 Renungan


Injil Yohanes 3:13-17

Yoh 3:13Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.
Yoh 3:14Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,
Yoh 3:15supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.
Yoh 3:16Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Yoh 3:17Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.

Bahan Renungan

Begitu Besar Kasih Allah Kepadaku

Kasih Allah diinyatakan dalam diri Yesus Kristus yang menjadi manusia. Karena itu hidup manusia sangat berarti bagi Allah. Itulah anugerah yang terbesar bagi manusia. Melalui SalibNya, Yesus menyatakan cinta Allah kepada dunia, bagi keselamatan manusia. Tuhan Yesus menegaskan bahwa Allah mengasihi kita dengan cintanya dan kasihnya yang besar, bukan cuman besar tetapi begitu Besar kasih Allah kepada kita.

Saudara dan saudari, yang di kasihi Tuhan, kita patut bersyukur dan berterimakasih kepada Allah yang sangat mengasihi kita dengan begitu besar, apalah artinya kita sebagai manusia di bandingkan dengan Dia yang maha segalanya itu.

Pada waktu 0rang-orang Israel ke luar dari tanah Mesir, saat berjalan melintasi padang gurun, mereka berbalik melawan Allah dan Musa. Akibat dari kejahatan mereka itu datanglah ular-ular berbisa dan mematuki mereka. Maka Musa membuat ular tedung tembaga pada sebuah tiang. Setiap orang yang dipagut ular dan memandang ke ular tembaga itu akan selamat. Peristiwa ini dilihat sebagai nubuat atas peristiwa Putera Manusia yang akan ditinggikan di salib. Barangsiapa percaya dan memandangnya akan diselamatkan. Menurut Injil Yohanes, peristiwa penyaliban dihubungkan dengan peninggian dan pemuliaan.

Kita sebagai manusia terkadang atau seringkali lalai dalam hidup ini, kita merasa Tuhan tidak mengasihi kita, kita merasa Tuhan tidak menyayangi kita, kita selalu mempertanyakan Tuhan saat kita menderita, kita jarang sekali menyadari, Kasih-Nya yang begitu besar dan tanpa batas kepada kita, kita seringkali menyangkal kasih dan karunia-Nya kepada kita dengan berulang kali jatuh dan masuk kedalam dosa yang sama, kedalam kebiasaan yang sama. Yesus menegaskan kepada kita betapa Allah sangat mencintai, dan mengasihi kita. Jadi semoga kita berusaha menyadari kasihnya yang begitu besar terhadap kita, semoga kita juga berusaha untuk mengasihi Dia dan semoga, kita juga selalu berusaha untuk membagikan kasihnya itu kepada sesama.


Tulisan ini dipublikasikan di Renungan dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *