Yohanes 3:1-8 Renungan


Injil Yohanes 3:1-8

Yoh 3:1Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi.
Yoh 3:2Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: “Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.”
Yoh 3:3Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”
Yoh 3:4Kata Nikodemus kepada-Nya: “Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?”
Yoh 3:5Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.
Yoh 3:6Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.
Yoh 3:7Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.
Yoh 3:8Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.”

Bahan Renungan

Nikodemus memang mengagumi Yesus sebagai guru yang datang dari Allah dan sebagai pembuat mukjizat. Ia diajak berani mempercayakan hidupnya kepadaNya. Wikipedia mecatat, nama Nikodemus kemudian disebut-sebut dalam beberapa tulisan apokrif seperti Injil Nikodemus (Nicodemi Evangelium), sebuah dokumen yang diterbitkan pada abad keenambelas.

Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”
Kristus Mengajar Nikodemus, lukisan karya Crijn Hendricksz Volmarijn (1616–1645) wikipedia

Berdasarkan tradisi Kristen, Nikodemus dianggap sebagai salah satu martir pada abad pertama. Oleh Katholik Roma dan Orthodoks Timur, Nikodemus dihormati sebagai santo dan perayaannya diperingati pada tanggal 3 Agustus. Dalam Injil, Nikodemus diperkenalkan sebagai orang yang berhati lurus, setia, namun yang ketakutan, bahkan tidak memahami Yesus pada waktu berhadapan muka dengan-Nya.

Dilahirkan kembali adalah gambaran pembaptisan supaya kita dapat melihat Kerajaan Allah. Dengan dibaptis, seseorang dianugerahi Roh Kudus supaya ia menjadi manusia baru. Ia diangkat menjadi anak Allah. Hidupnya dijiwai dengan martabat ilahi dan dosa-dosanya diampuni, baik dosa asal maupun dosa yg ia lakukan secara pribadi. Dengan demikian ia dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah dan hidup bersatu dengan Allah.

Kita yang sudah dibaptis, mestinya juga sudah dilahirkan dari Roh Kudus. Kita mestinya tidak hanya menjadi orang yang tahu banyak hal mengenai Tuhan tapi juga diharapkan mau dihidupi oleh pengetahuan kita mengenai Tuhan itu sehingga martabat kita sebagai anak-anak Allah sungguh nyata dan dapat dirasakan oleh orang lain.

Bagi semua orang yang telah dibaptis hendaknya memiliki kemampuan mawas diri yang berarti hanya mengabdi Tuhan saja dan menolak godaan setan dalam hidup sehari-hari. Karena kita beriman kepada Yesus, Penyelamat Dunia, maka lingkungan hidup kita juga disucikan alias dipersembahkan seutuhnya kepada Tuhan. Rahmat baptisan merupakan dasar hidup beriman kepada Yesus Kristus, maka jika kita setia pada rahmat atau janji baptis, hemat saya dengan mudah juga kita setia pada panggilan hidup kita masing-masing.


Tulisan ini dipublikasikan di Renungan dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *