Yohanes 13:16-20 Renungan


Injil Yohanes 13:16-20

Yoh 13:16Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya.
Yoh 13:17Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya.
Yoh 13:18Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku.
Yoh 13:19Aku mengatakannya kepadamu sekarang juga sebelum hal itu terjadi, supaya jika hal itu terjadi, kamu percaya, bahwa Akulah Dia.
Yoh 13:20Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku.”

Bahan Renungan

Yesus memaklumkan rencana keselamatan manusia. Allah selalu punya andil dalam sejarah keselamatan manusia. Yesus menjadi puncak dari rencana keselamatan Allah. Dan kepada para Rasul, saat perjamuan Terakhir, Yesus meminta mereka untuk menggapai keselamatan itu dengan meneladaniNya.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya.
Ket. Gambar: Kristus Membasuh Kaki Para Rasul karya Meister des Hausbuches, 1475 (Gemäldegalerie, Berlin). id.wikipedia.org

Panggilan hidup menjadi murid Kristus dan diutus, bukan untuk memperoleh sukses duniawi melainkan untuk memperoleh kemuliaan Ilahi, sebagaimana yang sudah diteladankan Kristus.

Memenuhi panggilan menjadi murid Kristus berarti juga kita siap untuk menghadapi tantangan dan kesulitan. Yesus tidak menjanjikan hidup yang nyaman, namun Ia menjanjikan penyertaanNya yang tak berkesudahan.

Seorang hamba akan senantiasa berusaha membahagiakan tuannya. Dengan segala kesabaran dan kerendahan hatinya, seorang hamba akan melayani tuannya dengan setia.

Sebagai orang beriman kita sering juga disebut sebagai hamba-hamba Tuhan, dengan kata lain dipanggil untuk senantiasa membahagiakan Tuhan serta melaksanakan perintah atau sabdaNya.

Setiap orang beriman dipanggil untuk senantiasa mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan melalui cara hidup dan cara bertindak kita setiap hari.

Kerendahan hati merupakan salah satu ciri kemuridan Yesus. Yesus telah melakukaknnya lebih dahulu! Yesus tetap rendah hati dan rela melayani manusia. Bahkan Ia memberikan satu teladan yang luar biasa: rela membasuh kaki para muridNya, padahal Dia adalah Tuhan dan Guru Agung.

Orang yang memiliki sikap rendah hati akan selalu terbuka dan mengandalkan kekuatan Allah. Allah menghendaki agar orang-orang yang percaya kepada-Nya mengalami kepenuhan hidup. Yesus pun mengingatkan agar siapa pun yang mengambil bagian dalam karya kemuridan harus selalu setia dan rendah hati.


Tulisan ini dipublikasikan di Renungan dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *