Pelayan dan Petugas Liturgi


Yesus pergi ke Yerusalem untuk melakukan kehendak Bapa-Nya. Sedangkan, ibu anak-anak Zebedeus datang kepada Yesus untuk “mewujudkan” keinginannya. Padahal yang terpenting ialah melakukan dan mewujudkan kehendak Allah, bukan kehendak sendiri. Yesus bersabda, ”Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu” (Mat 20:26 – 27).

Dalam seri katekese Ekaristi kali ini kita akan membahas tentang pelayan dan petugas liturgi.  Semoga kita semakin memahami Ekaristi dan memiliki hati yang terbuka, serta siap sedia melayani manakala dibutuhkan Gereja.  Dengan menjadi petugas liturgi, kita memberikan diri untuk melayani Yesus dalam liturgi suci.

Permenungan: Siapa saja yang disebut Pelayan dan Petugas Liturgi?

  • Istilah pelayan liturgi (minister, liturgical minister) merupakan sebutan yang umum dan lazim untuk mereka yang melayani perayaan liturgi. Pelayan itu dapat mencakup pelayan tertahbis (uskup, imam, diakon) atau pun pelayan tak tertahbis (awam). Umumnya pelayan sakramen-sakramen Gereja adalah orang tertahbis kecuali pelayan Sakramen Perkawinan yang justru adalah masing-masing mempelai itu sendiri. Sakramen baptis darurat dapat diterimakan atau dilayani oleh siapa saja, bahkan oleh orang yang belum baptis sekali pun asalkan mempunyai kehendak untuk melakukan apa yang dibuat oleh Gereja.
  • Kita juga mengenal istilah petugas liturgi yang menunjuk orang-orang (awam khususnya) yang berpartisipasi dalam pelayanan perayaan liturgi melalui tugas-tugas pelayanan tertentu. Petugas liturgi ini dibedakan dari pelayan liturgi yang utama, seperti imam dalam Misa Kudus. Para petugas liturgi untuk Misa Kudus misalnya misdinar atau putra-putri altar, lektor, paduan suara dan pemazmur, petugas kolektan, petugas tata tertib, dan lain-lain.

Tugas pelayanan liturgi melekat pada pelayanan imamat. Imamat Perjanjian Baru ialah imamat Yesus Kristus yang merupakan satu-satunya imamat Perjanjian Baru. Dari imamat Yesus Kristus itulah mengalir imamat dalam Gereja, baik imamat umum yang dimiliki oleh semua orang beriman berkat baptisan maupun imamat jabatan yang dianugerahkan kepada mereka yang ditahbiskan. Tugas pelayanan liturgi, entah yang diemban oleh para pelayan tertahbis atau petugas liturgi awam mengalir dan berpartisipasi dalam imamat Yesus Kristus.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *