Matius 10:7-13 Renungan


Injil Matius 10:7-13

Mat 10:7Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.
Mat 10:8Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.
Mat 10:9Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu.
Mat 10:10Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.
Mat 10:11Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat.
Mat 10:12Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka.
Mat 10:13Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.

Bahan Renungan

Perintah untuk memberitakan Injil adalah amanat bagi orang-orang yang percaya pada karya keselamatan Yesus Kristus. Meskipun tidak mudah melaksanakan amanat tersebut. Banyak tantangan dan rintangan yang menghadang, karena itu Roh Kudus memberi semangat, kuasa, keberanian dan petunjuk sehingga para murid mampu melaksanakannya.

Yesus mengajar berdoa
Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.
Ilustrasi: pelitaimankatolik.blogspot.com

Pengutusan Barnabas dan Saulus merupakan awal gerakan akbar pekabaran Injil “sampai ke ujung bumi”. Menjadi utusan berarti bekerja sendiri tetapi bukan untuk diri sendiri; diperlengkapi dengan visi dan motivasi dan ditempatkan dalam jaringan kerja oleh Dia yang mengutus.

Setiap orang yang dipanggil harus siap untuk diutus. ada beberapa hal menarik dalam wejangan perutusan oleh Yesus ini: berbagi berkat, tidak boleh membawa apapun juga, memberi salam. Ketiga hal ini memiliki kaitan yang erat satu terhadap yang lainnya. Yesus meminta para murid untuk berbagi berkat, berbagi berkat yang telah mereka peroleh.

Para murid telah mengalami kelimpahan suka cita ketika berada bersama dengan Yesus. Sukacita itu yang hendaknya diwartakan, suka cita karena mereka membawa wajah Tuhan dan menunjukkannya kepada orang lain, sukacita karena para murid diijinkan untuk menjadi penyalur rahmat Tuhan. itulah sebabnya Yesus minta untuk tidak membawa apapun juga dalam tugas perutusan mereka.

Kuasa untuk mewartakan Kerajaan Surga, menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang yang mati, menyembuhkan orang kusta dan mengusir setan-setan dilakukan secara cuma-cuma oleh seorang murid, tanpa menuntut balas sehingga kuasa itu betul-betul berdaya guna. Kiranya dari empat perintah ini yang ada pada kita semua adalah ‘usirlah setan-setan’, maka marilah kita bekerjasama dalam mengusir setan, yang menggejala dalam kehidupan bersama kita berupa rayuan atau godaan kenikmatan-kenikmatan duniawi, misalnya harta benda dan uang, seks, pangkat, kedudukan serta jabatan, dan seterusnya. Keberanian untuk mengusir godaan setan dalam bentuk uang dan kekayaan mengandaikan kita sendiri tidak ada masalah dalam hal keuangan, tidak berarti kaya akan uang, melainkan tidak memiliki kelekatan tak teratur terhadap uang, dan sekiranya kaya akan uang akan memanfaatkannya sebagai ‘jalan ke sorga’.


Tulisan ini dipublikasikan di Renungan dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *