Markus 1:12-15 Renungan


Injil Markus 1:12-15

1:12 Segera sesudah itu Roh memimpin Dia ke padang gurun.
1:13 Di padang gurun itu Ia tinggal empat puluh hari lamanya, dicobai oleh Iblis. Ia berada di sana di antara binatang-binatang liar dan malaikat-malaikat melayani Dia.
1:14 Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah,
1:14 kata-Nya: “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”

Bahan Renungan

Pencobaan di padang gurun

Sebelum melaksanakan pelayananNya, Roh membawa Yesus ke padang gurun. 40 hari lamanya Yesus tinggal di padang gurun, Ia dilayani oleh malaikat-malaikat Allah. (lih. Mrk. 1:12-13). Yesus justru memilih untuk menolak semua permintaan dan tawaran dari iblis bahkan Yesus menegaskan bahwa : “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil (Markus 1:15).”

Roh Kudus memimpin Yesus ke padang gurun untuk dicobai. Pencobaan tersebut adalah rangkaian awal dari persiapan Yesus dalam karya keselamatanNya di dunia. Ketika Yesus berbicara mengenai “Kerajaan Allah”, Ia mengarahkan kepada diri-Nya sendiri. Yesus merupakan penggenapan dari seluruh nubuatan dalam perjanjian lama mengenai kedatangan sang Juruselamat. Yesus mengatakan “Kerajaan Allah sudah dekat”, karena Putra Allah telah datang dan ada diantara mereka.

Pertobatan merupakan tuntutan pertama untuk memperbaiki relasi manusia dengan Allah. Dalam pertobatan, setiap orang menelanjangi diri dan menempatkan diri dalam pengadilan nurani yang jujur dan tanpa topeng, entah rasa malu maupun harga diri yang palsu, atau pertimbangan manusiawi lainnya yang meninabobokan manusia yang sesuai dengan Injil.

Ketika Yesus menyerukan bahwa saatnya sudah genap, Kerajaan Allah sudah dekat orang-orang langsung menangkap hubungan dengan pengalaman mereka sendiri. Mereka sudah lama mengharap-harapkan kapan waktu itu tiba. Itulah yang dimaksud dengan Kerajaan Allah sudah dekat. Juga bagian kedua pewartaan Yesus, yakni mengenai bertobat dan percaya, tidak sulit mereka tangkap. Inilah pertobatan yang diserukan Yesus. Baru bila memiliki wawasan luas, dapatlah orang dikatakan percaya kepada Injil.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *