Lukas 5:12-16 Renungan


Luk 5:12Pada suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.”
Luk 5:13Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya.
Luk 5:14Yesus melarang orang itu memberitahukannya kepada siapapun juga dan berkata: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan seperti yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka.”
Luk 5:15Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka.
Luk 5:16Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.

Bahan Renungan

Sakit adalah penderitaan manusia. Kebahagiaan tersendiri ketika seseorang terlepas dari penyakit yang menyiksanya. Dalam perjalanan hidup sakit dan derita sering dialami oleh setiap orang. Rasa kurang bersyukur, akan kesehatan yang dialami membuat sakit terasa lebih menyakitkan.

gambar: teologiareformed.blogspot.com
“Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.” gambar: teologiareformed.blogspot.com

Sakit kusta pada jaman Yesus dianggap karena dosa dan murka Allah. Penyandang kusta harus menepi ke pinggiran kota, ketika bertemu orang pun dia harus berteriak najis agar orang lain tidak dekat-dekatnya. Dapat dibayangkan betapa berat beban psikologis dan emosional yang harus ditanggung oleh orang-orang kusta itu. Dosa adalah suatu penyakit spiritual. Dosa memisahkan kita dari sesama manusia dan mengasingkan kita dari Allah.

Orang kusta ini sangat percaya bahwa Tuhan Yesus  adalah Tuhan yang penuh kuasa.  Yang menjadi masalah baginya adalah apakah Tuhan Yesus mau menyembuhkan dia atau tidak.  Oleh sebab itu ia berkata,  “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.”

Dengan bela rasa dan kasih yang besar, Yesus datang ke tengah dunia untuk menawarkan sentuhan penyembuhan-Nya. Yesus dapat mengubah kita dari “tidak bersih” menjadi “bersih” (tahir), dari sakit menjadi sehat kembali, dari mati menjadi hidup, dari kegelapan dosa menjadi pancaran kehadiran Allah. Ia datang untuk menyembuhkan kita. Darah yang dicurahkan dari lambung Yesus memiliki kuat-kuasa untuk menyembuhkan kita jika berseru seperti si kusta: “Tuhan, jika Tuhan mau, Tuhan dapat mentahirkan aku.”

Apabila dahulu Tuhan Yesus selalu berbelas kasih dan menginginkan kesembuhan pada orang yang sakit dan menolong mereka yang menderita, maka sekarang Dia juga masih tetap sama dan Dia tetap mau menyembuhkan dengan belas kasih-Nya seperti yang dilakukan terhadap orang yang sakit kusta itu:  “Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: ‘Aku mau, jadilah engkau tahir.’ Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya.”  (Lukas 5:13).

Orang kusta ini mengajarkan kepada kita bahwa iman akan Yesus dapat merubah nasib seseorang. Mukjizat terjadi karena iman ada didalamnya.


Tulisan ini dipublikasikan di Renungan dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *