Yohanes 6:24-35 Renungan


Yesus kemudian menjelaskan bahwa bukan Musa yang memberikan roti dari surga, tetapi Bapa-Ku yang memberikan kepadamu roti yang benar dari surga (Yoh. 6:32). Di sini Yesus sudah beralih dari roti jasmani (makna literal) kepada roti dalam arti rohani. Namun ὁ bangsa Yahudi pada waktu itu tidak memperhatikannya. Karena itu ketika mereka meminta kepada Yesus “Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa.” Mereka masih berpikir mengenai roti dalam makna literal karena itu perlu diberikan terus menerus. Untuk itu Yesus kemudian menjelaskan “Akulah roti kehidupan; siapa saja yang datang kepada-Ku, ia tidak akan pernah lapar lagi, dan siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia tidak akan pernah haus lagi.” Jadi jelas di sini digunakan oleh pengarang untuk menjelaskan siapa sesungguhnya Yesus itu.

“Akulah jalan, kebenaran, dan hidup. Orang tidak akan sampai kepada Bapa kalau tidak melalui Aku” (Yoh 14:6) sumber: gambar mysticpost.com

Orang banyak mencari Yesus bukan karena mereka ingin mengenal-Nya lebih dalam lagi. Mereka mencari Yesus karena ingin mengenyangkan perut mereka. Orang-orang Yahudi tidak mengerti sehingga mereka meminta roti yang turun dari surga kepada Yesus padahal Yesus sendiri adalah di hadapan mereka. Namun setelah Yesus menegaskan: Akulah roti kehidupan (yang turun dari surga) barulah mereka mengerti. Bahkan orang-orang Yahudi yang ada di antara mereka pun bersunggut-sunggut atas apa yang ditegaskan Yesus.

“Yesus adalah Roti Kehidupan.” Roti digunakan oleh Yesus untuk menyatakan Identitas-Nya. Menggunakan roti jasmani sebagai analogi, Yesus ingin menjelaskan kepada pendengar-pendengar-Nya tentang roti kehidupan. Pada awalnya Yesus mengadakan tanda dengan memberi makan 5000 orang hanya dari lima roti jelai dan dua ekor ikan. Ketika orang banyak terus berusaha mencari Yesus demi kepentingan perut mereka, Yesus lalu mengajar mereka tentang roti kehidupan yang memberi hidup kekal. Memang Musa menyediakan untuk nenek moyang bangsa Israel roti dari Tuhan (surga) di padang gurun sehingga mereka tidak mati kelaparan (Kel. 16:15), namun roti jasmani ini bukanlah tujuan akhir dari apa yang hendak direncanakan Tuhan. Roti jasmani ini terbatas gunanya karena barang siapa yang memakannya masih akan lapar lagi dan akhirnya tetap akan mati seperti halnya nenek moyang bangsa Israel. Roti dari Allah yang benar adalah roti dari surga yang memberi kehidupan kepada dunia.

“Akulah roti kehidupan; siapa saja yang datang kepada-Ku, ia tidak akan pernah lapar lagi, dan siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia tidak akan pernah haus lagi.” Yesus adalah roti kehidupan yang akan memberikan kehidupan kekal kepada manusia. Barang siapa memakan roti itu yaitu percaya kepada-Nya, tidak akan kelaparan dan kehausan lagi melainkan akan hidup kekal. Yesuslah adalah roti kehidupan itu karena Dia telah turun dari surga untuk melakukan kehendak Bapa yang mengutus-Nya.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *