Yohanes 6:24-35 Renungan


Perikop ini adalah adalah lanjutan dari peristiwa “Yesus memberi makan 5000 orang dan dilanjutkan dengan peristiwa “Yesus berjalan di atas air” (Lih. Yoh 6:16-21), satu rangkaian peristiwa yang luar biasa atau sering dikatakan dengan mujizat . Menurut pandangan Yesus, orang banyak mencari-Nya bukan sungguh-sungguh mencari Yesus tetapi yang mereka cari adalah karena mereka telah makan roti.

“Akulah jalan, kebenaran, dan hidup. Orang tidak akan sampai kepada Bapa kalau tidak melalui Aku” (Yoh 14:6) sumber: gambar mysticpost.com

Pernyataan “Akulah Roti Hidup” adalah yang pertama dari tujuh pernyataan “Aku adalah” yang dicatat dalam Injil Yohanes, setiap pernyataan itu menampilkan suatu aspek penting dari pelayanan pribadi Yesus. Pernyataan ini memberitahukan kita bahwa Kristus adalah makanan yang memelihara kehidupan rohani. Sehingga setiap orang yang datang kepada-Nya tidak akan lapar lagi. Lapar dan haus adalah situasi “yang paling tidak menyenangkan”, situasi yang sangat menyiksa, dalam Yesus semuanya aman. Pernyataan lain adalah: “terang dunia” (Yoh 8:12), “pintu” (Yoh 10:9), “gembala baik” (Yoh 10:11,14) , “kebangkitan dan hidup” (Yoh 11:25), “jalan, kebenaran, hidup” (Yoh 14:6) dan “pokok anggur yang benar” (Yoh 15:1,5). Setiap pernyataan itu menampilkan suatu aspek penting dari pelayanan pribadi Kristus. Pernyataan ini memberitahukan kita bahwa Kristus adalah makanan yang memelihara kehidupan rohani.

Pada waktu itu orang-orang Yahudi mempersoalkan klaim bahwa Yesus berasal dari surga, karena dalam pengetahuan mereka Yesus adalah anak Yusuf yang sudah mereka kenal. Karena itu ketika Yesus memberitakan bahwa daging-Nya adalah roti yang memberi hidup yang kekal kepada barang siapa yang memakannya, timbullah perpecahan di antara mereka. Namun tidak ada satu kelompok pun yang dicatat menjadi percaya.

Yesus menyatakan diriNya kepada orang banyak yang mencariNya. Yesus menyatakan pikiran mereka untuk mengikutNya semata-matahanyalah karena mereka telah keyang dari roti yang diberikanNya melalui mujizat(Yoh.6:26). Kedatangan mereka bukan untuk mengenal Yesus lebih jauh, namun hanya supaya dapat melihat dan menikmati lagi roti dari mujizat Tuhan Yesus. Orang-orang Yahudi yang adalah karakter yang cenderung untuk tidak percaya. Ketika yang mereka terima tidak sesuai dengan apa yang mereka pahami, mereka lantas menolaknya. Mereka tidak mengerti dan tidak mau mencoba mengerti siapa Yesus dan tujuan pelayanan-Nya untuk mati sebagai korban penebusan dosa sebagaimana halnya domba Paskah.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *