Yohanes 19:31-37 Renungan


Perikop Injil Yohanes 19:31-37 ini tidak ditemukan pararelnya dalam Injil Sinoptik (Matius, Markus dan Lukas). Pembedaan ini didasarkan pada kenyataan bahwa anatara injil sinoptik dengan injil Yohanes terhadap perbedaan yang sangat besar. Sebagaimana dalam injil sinoptik, peristiwa tentang wafat dan kebangkitan Yesus merupakan puncak dari seluruh kisah tentang Yesus. Walaupun memiliki garis besar kisah tentang kematian Yesus yang sama, namun dalam mengisahkannya setiap penginjil mempunyai keunikan atau caranya masing-masing.

Longinus menusuk di sebelah Yesus dengan Tombak Suci. Fresko karya Fra Angelico (1395–1455), San Marco, Firenze – id.wikipedia.org

Menurut Injil Yohanes, kematian Yesus di atas salib merupakan saat peninggian dan kemuliaan-Nya dan sebagai tindakan pernyataan cinta Allah bagi Dunia (lih. Yoh. 3:16). Sementara itu air dan darah dalam Yoh. 19:34 yang dilihat oleh dia yang telah melihat dan ia membuat kesaksian atasnya, mesti dipahami dalam arti fisik dan simbolis.
Yohanes tidak menyebutkan dengan jelas waktu Yesus mati/wafat. Dalam Matius, Markus tertulis dengan jelas jam berapa Yesus wafat: “Pada jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai pada jam tiga” (lih. Mrk. 15:33, Mat. 27:45). Lalu pada jam tiga Yesus berseru dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya (wafat).
Peristiwa ini terjadi dekat Salib menjelang pukul empat sore, pada saat Yusuf dari Arimatea dan Nikodemus bersama mengumpulkan segala barang yang diperlukan untuk pemakaman Yesus. Para hamba Yusuf, yang diutus untuk membersihkan makam, menyampaikan kepada para sahabat Tuhan kita bahwa tuan mereka bermaksud mengambil jenazah Yesus dan memakamkan-Nya di makam yang baru.

Injil Sinoptik mencatat bahwa saat sebelum Yesus wafat, Yesus berseru dengan suara nyaring kepada Bapa. Ini artinya bahwa Yesus berdoa kepada Bapa-Nya. Dalam Injil Markus, doa Yesus itu mengutip Mazmur 22:2:
“ Allah -Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Yesus berdoa mewakili seluruh umat manusia yang senantiasa membutuhkan perlindungan dari Allah. Sedangkan dalam Injil Lukas, doa Yesus itu mengutip Mazmur 31:6 “Ke dalam tangan-Mulah Kuserahkan nyawaku” (Bdk. Luk. 23:46). Namun Injil Yohanes kata terakhir Yesus adakah “sudah selesai”. Artinya bahwa Yesus telah mencapai batas, akhir, habis kehidupan dan karya-Nya di dunia. Dalam arti lain, dengan wafat-Nya Yesus mau menunjukkan cinta-Nya tanpa batas dan tak habis-habisnya untuk umat manusia sampai kesudahannya. Hal ini menunjuk pada kisah Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya (Yoh. 13:1-20)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *