Yohanes 16:20-23a Renungan


Injil Yohanes 16:20-23a

Yoh 16:20Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita.
Yoh 16:21Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia.
Yoh 16:22Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu.
Yoh 16:23Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku.

Bahan Renungan

Yesus telah menjelaskan bahwa para pengikutNya selain akan mengalami penderitaan seperti olok-olok, caci maki, kebencian, bahkan penderitaan sampai kematiannya, namun demikian Dia berjanji bahwa penderitaan itu akan berubah menjadi sukacita. Yesus sudah menubuatkan bahwa dunia tidak senang dengan DiriNya dan juga para pengikutNya.

“Akulah jalan, kebenaran, dan hidup. Orang tidak akan sampai kepada Bapa kalau tidak melalui Aku” (Yoh 14:6)
sumber: gambar mysticpost.com

Berpisah dengan Yesus membuat para murid mengalami dukacita mendalam namun perjumpaan kembali dengan Yesus membawa kegembiraan sejati dalam hati mereka, sukacita yang tidak bisa dirampas oleh siapa pun dan oleh apa pun. Inilah yang Yesus janjikan. Yesus pergi untuk memohon kepada Bapa agar mengutus Roh KudusNya supaya menyertai para murid. Penyertaan Roh Kudus inilah yang menjadikan para murid bersukacita.

Tuhan tidak membiarkan kita terus berlarut dalam dukacita. Karena pengalaman hidup kita baik duka maupun suka mengajari kita untuk terus berharap pada Tuhan dan menerima apa yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita. Dengan penyertaan Tuhan kita mampu dan tabah menghadapi berbagai badai atau cobaan hidup. Kita senantiasa diarahkan untuk menyelamatkan sesama dan menjadikan mereka bersukacita dalam hidup mereka.


Tulisan ini dipublikasikan di Renungan dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *