Yohanes 11:1-45 Renungan


Kebangkitan Lazarus, ilustrasi Alkitab, 1905
“Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati…
Kebangkitan Lazarus, ilustrasi Alkitab, 1905 sumber: wikipedia

Kematian Lazarus membuat rasa kehilangan yang mendalam bagi Maria dan Marta. Bahkan Yesus sendiri turut menyaksikan Lazarus yang sedang terbaring kaku di tempat tidurnya (Yoh 11:35). Dapat kita bayangkan kedekatan hubungan antara Yesus dan keluarga Lazarus, Marta dan Maria. Sampai-sampai Maria dan Marta begitu yakin bila Yesus ada bersama mereka pastilah saudara mereka Lazarus tidak mati. Sementara itu Yesus sebagai Tuhan tahu dengan pasti bahwa Lazarus pasti dapat hidup kembali, bahkan Yesus sempat bicara untuk mengurangi rasa putus harapan mereka dengan mengatakan bahwa Lazarus hanyalah tidur. Sebab Yesus adalah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan hidup walaupun sudah mati” (Yoh 11:25).

Lazarus, Maria dan Marta adalah orang-orang yang mempunyai hubungan dekat dengan Yesus. Bahkan Santo Yohanes menyebutnya sebagai orang yang Engkau kasihi. Lazarus sakit bahkan meninggal dunia. Tentu saja keadaan ini menimbulkan kesedihan bagi saudarinya. Wajar. Yang menarik adalah sikap mereka dalam menghadapi keadaan ini. Mereka mengirim kabar kepada Yesus. Dengan mengirim kabar tentu saja bagi mereka Yesus sangat berarti. Bisa juga dengan mengirim kabar mereka memiliki harapan terhadap Yesus.

Setibanya di Betania, orang memberitahukan kepada Maria dan Marta bahwa Yesus telah datang. Mendengar berita itu, Marta langsung menemui Yesus dan berkeluh kesah. Marta heran mengapa Yesus baru datang. Sebab, jika Yesus datang beberapa hari sebelumnya, Lazarus saudaranya pasti masih hidup. Namun, bagi Yesus kematian Lazarus merupakan pemuridan bagi para murid-Nya untuk percaya kepada-Nya bahwa Dia adalah Anak Allah.

Yesus bersedih karena Ia memahami arti penderitaan dan kematian sahabat-Nya. Lalu, ia mendekati kubur. Dia memerintahkan agar orang membuka kuburnya. Kendati, Marta melarang karena sudah empat hari ia mati dan sudah bau. Yesus tetap teguh pendiriannya dan mengingatkan Marta bahwa bila ia percaya maka dia akan melihat kemuliaan Allah. Kemudian, Yesus berdoa di hadapan orang banyak agar orang percaya kepada-Nya. Dia bersyukur kepada Bapa-Nya yang selalu mendengarkan doa-Nya. Tetapi, saat ini, Yesus mengatakannya agar orang percaya bahwa Bapa di surga telah mengutus-Nya ke dalam dunia. Setelah itu, Yesus memanggil keluar Lazarus. Lazarus bangkit, keluar dari kubur, dan orang banyak segera melepas kain pembalut.

Sering kali kita merasa kurang percaya kepada Yesus. Kita seperti Marta dan Maria yang terus mengeluh. Kita percaya tetapi selalu kecewa pada Yesus. Kita hanya senang percaya, jika kita dalam kegembiraan dan kebahagiaan. Dalam kesedihan, belum tentu kita mau percaya. Tetapi, Yesus selalu hadir dalam kesedihan, penderitaan bahkan kematian. Ia selalu berdoa kepada Bapa-Nya agar kita percaya bahwa Allah telah mengutus-Nya untuk memberikan hidup bukan kematian. Karena itu, kita harus mohon iman dan dengan iman kita memperoleh kehidupan kekal.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *