Yohanes 11:1-44 Renungan


Bahan Renungan

Yesus, Sahabat bagi Mereka yang Kehilangan

Kebangkitan Lazarus, ilustrasi Alkitab, 1905
Kebangkitan Lazarus, ilustrasi Alkitab, 1905

Sahabat adalah orang yang memiliki hubungan dekat dengan seseorang lebih daripada sekadar teman atau teman yang akrab dan dapat dipercaya. Persahabatan biasanya diukur dari saling perhatian, mengasihi satu sama lain. Sahabat akan selalu menaruh simpati dan bertindak demi kepentingan serta kebaikan orang yang dikasihinya. Dalam Injil Yohanes, Yesus menyebut diri-Nya sebagai sahabat bagi para murid-Nya. Ketika berbicara tentang perumpamaan pokok anggur yang benar, Yesus menjelaskan bahwa sahabat sejati adalah dia yang mau mengorbankan diri demi sahabat-sahabatnya: “Tidak ada ka­sih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya” (lih. Yoh. 15:13). Di sini, Yesus juga menegaskan bahwa dasar dari pengorbanan diri ini adalah kasih: “Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu” (lih. Yoh. 15:12).

Bahan permenungan pada perikop ini yang bercerita tentang Lazarus yang dibangkitkan Yohanes 11:1-44 . Kisah ini tidak hanya berbicara ten­tang mukjizat yang luar biasa, di mana seorang yang mati dapat dihidup­kan lagi, tetapi juga tentang Yesus yang mau datang dan hadir di tengah keluarga yang mengalami kesedihan akibat salah seorang anggota yang mereka cintai meninggal. Kehadiran Yesus di tengah kesedihan mereka sebenarnya sudah cukup menghibur. Yesus tampil sebagai sahabat yang mau bersimpati dengan penderitaan mereka yang berduka.

Perikop ini merupakan salah satu kisah mukjizat yang terpenting dalam Injil Yohanes, sebab di sini diperlihatkan kuasa Yesus atas kematian, nasib akhir manusia yang tidak dapat dihindari. Peristiwa Lazarus dibangkitkan dari kematian adalah tanda ketujuh dan paling penting lantaran ini secara langsung menjadi pertanda kematian dan ke­bangkitan Yesus sendiri. Dalam kisah ini disebutkan bahwa Lazarus. Lazarus dalam injil Yohanes berbeda dengan Lazarus yang ada di Injil Lukas. Dalam Luk. 16:19-31, di kisahkan bahwa Lazarus adalah seorang laki-laki miskin yang mati, lalu diangkat ke surga, yang nasibnya berla­wanan dengan orang kaya yang sebelum kematiannya tidak menaruh be­las kasihan kepada orang miskin itu.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *