Santo Paus Yohanes Paulus II (Karol Jozef Wojtyla)


Pemakaman Paus Yohanes II (Foto: L’ Osservatore Romano)

Sejak wafatnya Yohanes Paulus II, sejumlah imam di Vatikan dan kaum awam di seluruh dunia telah menyebutnya sebagai ‘John Paul The Great’ (‘Yohanes Paulus Yang Agung’). Sejak memberi homili pada pemakaman Bapa Paus Yohanes Paulus II, Paus Emeritus Benediktus XVI selalu menyebut Bapa Paus Yohanes Paulus II sebagai ‘Yang Agung’. Sesaat setelah Misa Requem, kerumunan umat terus berseru: “Santo Subito!” (“jadikan Santo Segera!”).

Pada awal 2006, Vatikan sedang menyelidiki kemungkinan mukjizat terkait dengan Yohanes Paulus II. Suster Marie Simon-Pierre, biarawati Perancis anggota Konggregasi Little Sisters of Catholic Maternity Wards, yang hanya bisa tergeletak di tempat tidur karena penyakit Parkinson dilaporkan mendapat kesembuhan setelah didoakan lewat perantaraan Bapa Paus Yohanes Paulus II. Pada Mei 2008, Suster Marie-Simon-Pierre dapat berkarya lagi di rumah sakit ordonya. “Saya sakit dan sekarang saya telah disembuhkan.”

Pada peringatan tahun keempat wafatnya Bapa Paus Yohanes Paulus II, 2 April 2009, Kardinal Dziwisz, memberitahu tentang mukjizat yang baru saja muncul di Basilika Santo Petrus. Seorang anak lelaki Polandia berusia sembilan tahun dari Gdańsk yang menderita kanker ginjal dan tidak bisa berjalan, meninggalkan Basilika Santo Petrus dengan berkata: “Saya ingin berjalan,” dan mulai bisa berjalan normal. Pada 16 November 2009, panel peninjau memutuskan Bapa Paus Yohanes Paulus II hidup dalam kebajikan. Tanggal 1 Mei 2011 Secara resmi Bapa Paus Emeritus Benediktus XVI memaklumkan Bapa Paus Yohannes Paulus II sebagai Beato dan pada tanggal 27 April 2014 dan dinyatakan sebagai santo oleh Bapa Paus Fransiskus. (dari berbagai sumber)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *