Santo Paus Yohanes Paulus II (Karol Jozef Wojtyla)


source: flickr.com

Bapa Paus Yohanes Paulus II melakukan perjalanan ke 129 negara termasuk ke banyak negara yang belum pernah dikunjungi Paus sebelumnya. Sumbangsihnya dalam merawat perdamaian dunia diakui. Pada 31 Maret 2005 Yohanes Paulus II mengalami gejala penyebaran infeksi dengan demam tinggi dan tekanan darah turun. Hari itu juga, Vatikan mengumumkan Bapa Paus Yohanes Paulus II telah diberi Sakramen pengurapan orang sakit. Selama hari-hari terakhir kehidupan Paus, cahaya tetap dinyalakan menerangi malam. Puluhan ribu umat berkumpul di Lapangan Santo Petrus dan jalan-jalan sekitarnya selama dua hari. Mendengar kabar ini, paus yang sedang sekarat berkata: “Saya telah mencari untuk Anda, dan kini Anda telah datang kepada saya, dan saya berterima kasih.”

Sabtu, 2 April 2005, Bapa Paus Yohanes Paulus II mengucapkan kata terakhirnya dalam bahasa Polandia, “pozwólcie mi odejść do domu Ojca” (biarkan aku pergi ke rumah Bapa); lalu koma sekitar empat jam. Santo Paus Johannes Paulus II meninggal 46 hari sebelum ulang tahunnya yang ke-85. Kematian Paus Yohanes Paulus II diiringi ritual berusia berabad-abad lamanya yang berawal sejak abad pertengahan. Upacara Pengunjungan berlangsung dari 4 April hingga pagi hari tanggal 8 April di Basilika Santo Petrus.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *