Matius 9:9-13 Renungan


Matius pengarang Injil. Sumber Gambar: wikipedia

Matius adalah salah satu murid Yesus yang mungkin tidak banyak dikenal, karena dia tidak sehebat Peterus atau Yohanes. Dia dikenal karena dia adalah seorang pemungut cukai yang kemudian dipanggil untuk menjadi murid Yesus. Dan, pada akhirnya Matius diyakini meulis Injil yang pertama. Injil pertama ditulis oleh Matius yang sebelumnya adalah Pemungut Cukai, yang kemudian menjadi rasul Yesus Kristus.

Matius sebagai murid Yesus, dalam Injil Markus disebutkan “Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai” (Mrk 2:14) dan dalam Injil Lukas disebutkan “Ia melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi” (Luk 5:27). Sedangkan dalam Injil Matius disebutkan “Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: “Ikutlah Aku.” Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia” (Mat 9:9). Matius dalam datar murid-murid Yesus adalah bahwa Lewi adalah orang yang sama dengan Matius yang adalah pemungut cukai dan kini sebagai murid Yesus. Lewi lebih suka memakai nama Matius, nama sebelum pertobatannya dan ia bersyukur atas anugerah Kristus yang telah memanggilnya untuk menjadi rasul, sekalipun profesinya adalah sebagai pemungut cukai.

Kisah yang dialami oleh Matius mungkin sulit ditemui masa kini. Banyak orang percaya cenderung undur dalam merespon panggilan Tuhan. Keraguan sering menyelimuti diri sehingga penolakan atas panggilan Tuhan sering terjadi. Akan tetapi, Matius menunjukkan seorang yang memiliki iman yang baik kepada Tuhan. Matius tahu bahwa ia adalah orang berdosa namun ia merasakan panggilan Tuhan dalam dirinya. Panggilan yang mengubahkan dan menjadi pendorong hidup baru menjadi kekuatan bagi Matius yang adalah pendosa.

Yesus datang untuk mengampuni dosa manusia. Dia datang untuk memberikan kelegaan atas dosa bagi orang-orang berdosa. Dia datang dan memberikan perubahan, yaitu memanggil orang berdosa untuk bertobat dan kembali kepada Dia.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *