Matius 7:6, 12-14 Renungan


“Akulah jalan, kebenaran, dan hidup. Orang tidak akan sampai kepada Bapa kalau tidak melalui Aku” (Yoh 14:6) sumber: gambar mysticpost.com

Orang Yahudi mempergunakan sebutan “anjing atau babi” itu untuk bangsa-bangsa kafir (non-Yahudi). Tetapi tentu saja apa yang dimaksud dalam Matius ini bermaksud bahwa Injil harus diberitakan kepada semua orang termasuk bangsa-bangsa kafir (Matius 28:19). Jadi, disini arti “anjing atau babi” yang dimaksud adalah orang yang sama sekali tidak mau mengerti Injil Kristus serta memusuhi Injil itu dengan keras dan mengejek Injil itu.

“Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.” Arti dari perkataan Tuhan ini juga bisa berarti bahwa barang yang kudus bisa menunjuk kepada damai sejahtera atau kelegaan dari Tuhan. Damai sejahtera atau kelegaan tidak diberikan kepada mereka yang hidupnya tidak sesuai dengan Firman Tuhan. Siapa pun yang tidak hidup sesuai dengan Firman Tuhan, berarti tidak sesuai dengan jalan keselamatan. Orang yang tidak hidup sesuai dengan Firman Tuhan tersebut digambarkan seperti anjing atau babi, mereka suka berbuat dosa dan tidak hidup sesuai dengan Firman Tuhan.

Yesus menyampaikan pernyataan ini dalam konteks ketika IA menghendaki orang percaya mengusahakan pembersihan bagi manusia batiniahnya dari segala sampah dosa seperti kebencian, penghakiman terhadap orang lain dan kemunafikan. Hendaknya adanya sikap hati yang lurus dan kebenaran Allah yang harus di junjung tinggi dalam setiap melakukan segala perkara.

Yesus memberi kita kebebasan untuk memilih ke mana kita akan pergi. Mintalah kebijaksanaan dari-Nya untuk mengetahui jalan mana yang akan mengarah pada kehidupan dan bukan kepada kerusakan dan kehancuran.

Salah satu hal penting yang dapat kita renungkan dalam perikop ini adalah adalah hidup merupakan satu pilihan. Ada pilihan yang mudah namun akan membawa orang pada kehancuran. Yesus mengharapkan supaya kita setia pada pilihan-pilihan sulit karena memikul salib yang akan membawa kita pada kebahagiaan. Banyak tantangan untuk berbuat baik.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *