Matius 7:15-20 Renungan


“Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas… (Mat 7:15) sumber: gambar mysticpost.com

Melalui perikop ini Yesus mengingatkan bahwa akan ada banyak nabi-nabi palsu yang memiliki kuasa namun tidak memiliki buah yang baik. Mereka hanya berbicara dan tidak melaksanakan apa yang mereka ajarkan kepada jemaat. Jelas bahwa kekudusan adalah hal yang mutlak dan wajib dimiliki dan dipertahankan oleh seorang pemimpin gereja. Sedangkan dewasa ini dapat dilihat bahwa ada banyak anak-anak Tuhan yang jauh dari kata kudus.

Jika orang berpura-pura se­ba­gai nabi tetapi berperilaku tidak sesuai, itu sudah membuktikan kepura-puraan mereka itu. Mereka akan terus hidup dalam kepalsuan, apa pun peng­aku­an mereka, karena tuan mereka ialah perut me­reka, dan pikiran mereka semata-mata tertuju kepada hal-hal duniawi. Para nabi palsu ini terlihat saleh, tetapi di dalam hati adalah “serigala yang buas” (ayat Mat 7:15), kadang-kadang dapat dikenal dari “buah” mereka. Buah guru palsu itu adalah sifat-sifat buruk yang nyata dalam kehidupan para pengikut mereka (lih. 1Yoh 4:5-6). Mereka akan mencari dan menanggapi pengalaman religius dan penyataan adikodrati sebagai kekuasaan yang mengesahkan kebenaran (ayat Mat 7:22-23), dan bukan memantapkan dirinya di dalam seluruh ajaran Firman Allah. Kebenaran Firman Tuhan dipakai sebagai alat untuk merayu jemaat akan berkat yang selalu melimpah, kekayaan, kehormatan, serta mujizat demi memuaskan kesenangan jasmani mereka.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *