Matius 16:13-23 Renungan


Yesus menegur Petrus
ilustrasi: hidupkatolik 

Matius, pada perikop ini menyampaikan data lokasi: “Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi…” (lih.Mat 16:13). Kaisarea Filipi dulunya di sebut dengan Paneas. Kota yang dibangun kembali oleh Filipus raja wilayah yang menamainya Kaisarea debagai tanda penghormatan kepada Kaisar Agustus. Dikota ini lah Yesus menyatakan dirinyadihadapan para muridnya tentang identitasNya. Pada masa itu kota ini adalah kota yang maju dan ramai. Bangunan dan gedung megah nampak kokoh dalam pemerintahan Romawi. Kota itu menjadi pusat perhatian sehingga berbagai macam kegiatan rakyat terpusat disana.

Di kota inilah Yesus menyatakan diriNya: Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” Pertama-tama, Yesus menanyakan pendapat orang-orang luar tentang siapa diri-Nya. Dia menyebut diri-Nya sebagai Anak Manusia, seorang pribadi misterius yang mendapatkan kekuasaan yang besar. Sejauh para murid mendengar dan menangkap, orang-orang luar menganggap Yesus sebagai Yohanes Pembaptis yang telah dibunuh oleh Herodes Antipas (lih Mat. 14:1-12) , atau Nabi Elia yang dinantikan kedatangannya, atau Nabi Yeremia yang banyak mendapatkan perlawanan dari para pemimpin Yahudi pada masanya, atau sebagai penerus dari salah satu nabi.

Menanggapi pertanyaan Yesus itu, mewakili para murid Petrus pun memahami maksud dari tujuan pertanyaan Yesus dan dia pun menjawab: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup.” (lih. Mat 16:16). Mesias adalah gelar dan sebutan yang lebih dari sekadar nabi menurut kata orang-orang luar. Mesias adalah Dia yang Diurapi, Kristus, yang berasal dari keturunan Raja Daud dan diyakini akan mengembalikan kejayaan kerajaan Daud. Dia lebih berkuasa daripada kaisar di Roma.

Kebaranian Petrus menyatakan idenditas Yesus memberi keistimewaan kepadanya. Yesus hendak mendirikan Gereja-Nya di atas dasar Petrus, si batu karang (Petrus) dan menjamin bahwa alam maut tidak akan menguasai Gereja yang didirikan-Nya tersebut. Selain itu, Petrus pun diberi kunci Kerajaan Surga, sebuah kuasa dan wewenang besar sehingga juga memiliki kuasa untuk mengikat dan melepaskan secara khusus. Gereja yang didirikan-Nya di atas dasar Santo Petrus tetap bertahan hingga hari ini. Kendati Gereja tidak terbebas dari aneka tantangan dan masalah, janji Yesus tetap tergenapi: Dia akan tetap menyertai dan alam maut tidak akan menguasainya. Meskipun demikian baru setelah kisah sengsara hingga wafat dan kebangkitanNya, Petrus berani berkata, “Tuhan, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau”.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *