Matius 13:44-46 Renungan


Namun, apabila ia ingin memiliki harta tersebut, maka pertama-tama yang harus dilakukannya adalah membeli ladang tersebut sehingga ia menjadi pemilik yang sah dari harta tersebut. Karena itu orang tersebut dengan hati yang penuh sukacita, ia kembali ke rumah, menjual segala sesuatu yang dimilikinya, lalu dengan uang tersebut ia membeli ladang itu. Dengan demikian dimata hukum Yahudi ia menjadi pemilik yang sah dari ladang itu, termasuk harta yang terpendam di dalamnya.

Harus kita pahami bahwa Kerajaan sorga yang diumpamakan melalui harta terpendam dan mutiara yang sangat berharga itu, Dialah Yesus sendiri. Keselamatan yang kita temukan di dalam Yesus Kristus secara cuma-cuma, itulah harta paling bernilai, mutiara paling mahal, mutiara terbaik yang pernah ada. Perumpamaan ini mengatakan bahwa mereka yang mengikut Yesus dengan sungguh-sungguh, dengan rela, dengan meninggalkan segala sesuatu, berbahagialah mereka. Karena mereka seperti orang yang menemukan harta yang tersembunyi. Tidak ada orang yang mengetahuinya.

Orang mungkin menertawakan dia yang menjual seluruh harta untuk membeli ladang. Tetapi orang yang membeli ladang itu hanya tertawa dalam hatinya, menertawakan kebodohan orang-orang yang menertawakan dia. Denga demikian Kerajaan Allah merupakan suatu harta yang tak ternilai harganya, yang patut diinginkan melebihi segala sesuatu. Kerajaan Allah hanya dapat diperoleh dengan mengorbankan segala sesuatu yang mungkin menghalangi kita menjadi anggota Kerajaan itu. “Menjual seluruh miliknya” berarti bahwa kita harus mengalihkan segenap hati dari segala perkara lain dan memusatkan seluruh hidup kita kepada Kristus saja. Sepantasnya harta yang terpendam dan mutiara yang berharga, Kristus amat sangat berharga. Kebahagiaan dan kesukacitaan seseorang yang menemukan Kristus di dalam hidupnya membuatnya rela mengorbankan segalanya.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *