Markus 3:20-21 Renungan


Injil Markus 3:20-21

Mrk 3:20Kemudian Yesus masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makanpun mereka tidak dapat.
Mrk 3:21Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi.

Bahan Renungan

Mari Ikut Yesus Agar Kau Selamat

Kisah injil ini menceritakan setelah Yesus memanggil 12 Rasul. (lih. Mrk. 3:13-19). Setelah Yesus mengangkat kedua belas murid Ia memberikan mereka “kuasa untuk mengusir setan.” Para murid itu bukan saja diutus untuk memberitakan Injil, tetapi juga untuk menyatakan pemerintahan, kuasa dan wibawa Kerajaan Allah dengan jalan berperang melawan Iblis, mengusir roh-roh jahat dan menyembuhkan segala macam penyakit.

Ketika Yesus berada disuatu tempat, maka akan banyak orang yang berkumpul karena takjub akan kata-kataNya dan berbondong-bondong mengikuti Dia, tak terkecuali kaum keluarga-Nya. Namun “kaum keluarga Yesus itu seakan-akan tidak percaya dengan situasi yang terjadi. Dimana Yesus begitu mengagumkan sehingga orang banyak mengikuti dia, hingga muncul ungkapan mereka hendak mengambi Dia dan menganggap Yesus tidak waras lagi. (lih. Mrk 3:21).

Kaum keluarga-Nya mendengar peristiwa yang ada di rumah di Kapernaum dan orang-orang berkerumun di sana. Lalu, kaum keluarga-Nya datang untuk mengambil Dia. Kata “mengambil”, menurut Yunaninya, memiliki arti harafiah ‘memegang erat-erat; menahan; menangkap”. Maknanya, kaum keluarga-Nya datang dengan maksud “membebaskan” Kristus dari kerumunan orang banyak. Kaum keluarga-Nya mau menyelamatkan Dia dari orang banyak yang terus mendesak tanpa henti.

Mereka juga mengatakan bahwa Ia tidak waras lagi. Sepintas kita membayangkan bahwa Yesus sudah tidak sehat atau sakit jiwa bahkan mungkin gila. Istilah “tidak waras lagi” bukanlah perkataan secara harafiah, namun sebuah kiasan, karena kata Yunaninya dapat diterjemahkan “berada di luar dirinya”. Dengan demikian istilah itu memuat makna: orang-orang melihat Kristus demikian hebat dalam perkataan dan perbuatan.

Sekarang kita menjadi tahu bahwa kaum keluarga-Nya berniat menyelamatkan Kristus dari desakan orang-orang yang terus saja datang kepada-Nya karena melihat karya-Nya yang demikian hebat seakan-akan itu bukan diri-Nya sebagaimana yang dikenal oleh keluarga-Nya. karena kita semua memahami bahwa keluarga adalah mereka yang mempunyai hubungan lebih dekat dan mengenal kita; namun sering kali, sebuah permasalahan itu timbul dari dalam keluarga sendiri. Ini kecendrungan manusia yang lebih ingin menyakiti dirinya dan keluarganya sendiri dari pada keluarga orang lain.

Dari bacaan singkat di atas, jelas kita diajak untuk lebih mengenal Yesus Kristus secara lebih dalam, biarkan Kristus hidup dalam diri kita, karena Yesus Kristus adalah benar-benar Allah yang menjadi manusia, yang datang ke dunia untuk memberi arti dan makna kehidupan serta memberi kita harapan akan keselamatan abadi.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *