Markus 16:15-18 Renungan


Injil Markus 16:15-18

Mrk 16:15Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
Mrk 16:16Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
Mrk 16:17Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
Mrk 16:18mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”

Bahan Renungan

“Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala mahluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.”

Perintah Tuhan Yesus mengakibatkan konsekuensi dari keputusan yang diambil, siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Kita semua diharapkan menjadi saksi Tuhan terhadap semua orang, perihal apa yang kita lihat dan dengar, yaitu segala karya Tuhan dalam seluruh ciptaan-ciptaan-Nya, terutama dalam di manusia, yang diciptakan sesuai dengan gambar atau citraNya. Kita diharapkan melihat dan mendengarkan apa yang baik dan benar serta kemudian meneruskan apa yang kita lihat dan dengarkan tersebut kepada saudara-saudari kita. Kita juga dipanggil untuk mengajak orang lain agar siap sedia untuk dibaptis. Dibaptis berarti disisihkan atau dipersembahkan diri se utuh-nya kepada Tuhan, sehingga hanya hidup dan bertindak sesuai dengan kehendak Tuhan atau hidup dan berkarya dalam nama Tuhan.

Pertobatan Paulus

Perjalanan Paulus sungguh merupakan hal luar biasa. Kebencian dan bara permusuhan para murid atau pengikut Yesus Kristus ke menjadi saksi Injil atau Kabar baik yang ulung. Maka baiklah kita yang telah dibaptis, dengan kata lain pernah mengalami pertobatan, mawas diri dengan cermin St. Paulus, rasul, yang “pergi ke seluruh dunia dan memberitakan Injil kepada segala makhluk”. 

Perintah Yesus untuk pergi dan memberitakan Injil ke segala makluk tidak hanya tugas para murid Yesus semata, tetapi juga menjadi tugas kita sebagai para pengikut-Nya. Perintah Yesus itu senantiasa kita dengar setelah mengikuti Ekaristi dalam ritus penutup “Marilah pergi, kita diutus.” Rumus biasa menurut tradisi liturgi Romawi adalah “Ite Missa est”, yang berarti, pergilah, Anda diutus. Seruan ini sekaligus menyatakan bahwa pertemuan yang diadakan telah berakhir; karena itu peserta boleh pulang. Sejak abad IV ungkapan di atas lebih mengacu kepada seluruh perayaan, dan berarti: pergilah, perayaan Ekaristi sudah selesai. Tradisi Perancis masih memiliki seruan lain: Marilah kita memuji Tuhan. Kemudian rumusan terakhir biasanya dipakai dalam perayaan yang meriah, atau kalau ada satu upacara lain yang menyusul. Jawaban umat adalah: Syukur kepada Allah.



Tulisan ini dipublikasikan di Renungan dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *