Markus 11:27-33 Renungan


Bahan Renungan

“Pertanyaan mengenai kuasa Yesus”

Ilustrasi: teologiareformed.blogspot.com

Para imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua orang Yahudi tidak perduli dengan pengajaran yang Yesus lakukan. Mereka mempersoalkan kuasa atas tindakan dan perbuatan yang Yesus lakukan. Mereka tidak lagi perduli dengan kebenaran dan berusaha menjerat Yesus dengan pertanyaan tentang dari mana kuasa Yesus. Yesus melawan niat jahat ini dengan memberi pertanyaan tentang dari mana pembaptisan yang dilakukan Yohanes. Jawaban mereka menggambarkan kemunafikan itu. “Kami tidak tahu”, kata mereka. Mengingat peranan sentral yang dimainkan oleh mereka, jawaban ini tidak bisa diterima. Para imam kepala dan pemuka masyarakat, terutama yang tergabung dalam dewan Sahedrin, memiliki kuasa untuk mempelajari dan menilai, apakah satu gerakan spiritual di luar sana bersumber dari Tuhan.

Pertanyaan yang ditanyakan oleh Imam-imam dan tua-tua bangsa Yahudi, tidak mungkin harus dijelaskan bahwa dia adalah anak Allah yang memiliki kuasa itu. Karena kalau demikian akan langsung mengadakan perlawanan iman. Karena bagi Yesus , segala sesuatu harus dikerjakan dalam kerangka waktu Allah dan waktu itu belum waktunya menyatakan diri yang sesungguhnya. Mujijat-mujijat yang Yesus lakukan (lih. Mrk 11:14) sebetulnya jelas membuktikan keilahian Yesus.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *