Markus 11:22-26 Renungan


Yesus kemudian bicara tentang iman dan doa. Yesus selalu menekankan besarnya peran doa. Menurut Sang Guru, doa yang dipanjatkan kepada Bapa Surgawi akan menjadi nyata bila diucapkan dengan penuh iman (lih. Mrk.11:23-24). Yang terpenting dalam doa, menurut Sang Guru, adalah iman, pengampunan, dan kerendahan hati. Tanpa itu, mustahil Tuhan akan menjawab doa (lih. Mrk.11:26).

Doa adalah hal yang mutlak untuk kehidupan beriman yang berhasil. Untuk itu jangan pernah kita meragukan adanya kuasa Allah yang dilepaskan ketika kita berdoa kepadaNya: yaitu Kuasa untuk mengikat dan melepaskan, untuk melarang dan mengizinkan. Karena itu, menjadi tanggung jawab terbesar bagi orang percaya untuk berdoa dengan tidak jemu-jemu. Iman atau kepercayaan kepada Allah itu harusnya nyata dalam sikap prilaku kita dalam berdoa. Kepercayaan ini mengandung makna kepasrahan, bahwa apapun yang terjadi pada diri seseorang menyangkut doa atau permintaannya adalah jawaban Tuhan. Bahwa orang yang berdoa menyerahkan sepernuhnya apa yang dimintanya kepada Tuhan. Sebagai konsekuen-sinya, orang tersebut memahami bahwa Tuhan menjawab doanya, apa saja yang dialaminya; apakah sesuai dengan keinginannya atau tidak. Karena itu jawaban doa adalah otoritas Tuhan kita.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *