Markus 11:22-26 Renungan


Pada suatu kali Yesus dan kedua belas murid meninggalkan Betania. Dalam perjalanan, Yesus lapar. Dari jauh, Dia melihat pohon ara berdaun. Yesus mendekat untuk melihat apa yang bisa dimakan. Ternyata, Dia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja. Maka, Yesus mengutuknya, “Jangan lagi seorang pun makan buahmu selama-lamanya!” (lih. Mrk. 11:12-14). Keesokannya, Yesus dan murid-murid lewat, pohon ara sudah kering. Petrus berkata, “Rabi, lihatlah! Pohon ara yang telah Engkau kutuk, dia telah menjadi kering.” Yesus berkata kepada mereka, “Milikilah iman Allah (Elohim),” (lih. Mrk.11:21-22). Demikianlah, kita harus memiliki iman Allah juga. “Sebab, sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa siapa saja yang berkata kepada gunung ini: Terangkatlah dan tercampaklah ke laut, dan dia tidak dibimbangkan dalam hatinya, melainkan percaya bahwa apa yang dia katakan sedang terjadi, apa saja yang dia katakan, itu akan terjadi kepadanya. Oleh sebab itu Aku berkata kepadamu, segala apa saja yang kamu minta dengan berdoa, percayalah bahwa kamu sedang menerima, dan itu akan terjadi kepadamu,” (Mrk.11:23-24). Inilah iman Allah.

Pada perikop ini dikisahkan bahwa Yesus mengutuk pohon ara, dan pohon itu pun menjadi kering. Bahkan pohon ara yang dikutuk Yesus sudah menjadi kering sampai ke akarnya (lih. Mrk.11:20-21).
Mukjizat Yesus ini terkesan merusak. Tindakan Yesus ini memberi pelajaran luar biasa kepada bangsa Israel meskipun mereka tidak mamahaminya. Pohon ara ini melambangkan bangsa Israel yang sudah dirawat baik oleh pemilik kebun, tetapi mereka tidak dapat berbuah secara rohani, yang akhirnya ia pun harus hancur secara rohani karena menolak Mesias. Tuhan Yesus memberi pelajaran berharga kepada para murid untuk selalu beriman dalam menghadapi hari-hari di depan mereka.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *