Hidup Selibat Biarawan dan Biarawati


Tahbisan katedral hati tersuci Maria manado 9 April 2016 (sumber: penakatolik.com)

Gereja Katolik Roma menuntut para imamnya untuk tidak menikah seumur hidup dan taat pada kemurnian pribadi dalam pikiran maupun dalam perbuatan. Selibat bukan suatu pokok iman Katolik, melainkan tuntutan hukum Gereja yang mengatur cita-cita tentang hidup klerus Katolik. Selibat harus dibedakan dari kaul para religius untuk tidak menikah. Yesus mengajarkan bahwa ada orang yang dipanggil untuk mengabdikan diri seluruhnya hanya pada Allah. Maka Yesus sendiri menganjurkan selibat kepada murid-muridNya. Setelah mendengar ajaranNya tentang perkawinan yang tidak terceraikan, murid-muridNya mengatakan: “Kalau demikian halnya hubungan antara suami dan istri, lebih baik jangan kawin.” Lalu Yesus menjawab: “Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja. Ada orang yang tidak dapat kawin, karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri demi Kerajaan Surga. Siapa yang sanggup mengerti, hendaklah ia mengerti!” (Mat 19:11-12)


Tulisan ini dipublikasikan di Spiritualitas dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *